DetikTravel

Kisah Turis Norwegia yang Ditolong Orang Indonesia Heboh di Medsos

Ahmad Masaul Khoiri - detikTravel - Senin, 20/03/2017 16:55 WIB
Jakarta - Sekali lagi kisah gotong royong orang Indonesia jadi viral di media sosial (medsos). Hal ini diceritakan oleh ayah turis Norwegia yang kerampokan duit dan paspor di Indonesia.

Adalah Oystein Baadsvik, musisi solois pemain tuba terkenal di dunia dan Norwegia yang menuliskan kisah tersebut dalam laman Facebooknya "Oystein Baadsvik" dalam postingannya pada Selasa, 14 Maret 2017 lalu.

Oystein ini memiliki putri yang sedang travelling ke Indonesia, Karin Baadsvik. Oystein menceritakan musibah menimpa Karin, yakni dompet, paspor hingga laptopnya hilang.

"Saya punya kisah yang mungkin menyenangkan. Putri saya Karin, kerampokan paspor, uang, kartu-kartu dan komputer di Indonesia pada Jumat lalu," demikian tulis Oystein dalam wall Facebook-nya.

Dia menceritakan, setelah itu putrinya menghadapi beberapa orang yang melakukan hal-hal buruk. Kemudian, dia bertemu beberapa orang yang akhirnya menolong putrinya itu.

"Pertama dengan membawanya ke kantor polisi setempat," jelas Oystein.

Karin lantas mengisi formulir kehilangan ditemani dengan polisi yang sangat ramah dan membantu Karin. Setelah itu orang yang mengantarnya ke kantor polisi itu lantas membawakannya makanan, juga mengajak ke rumahnya agar Karin bisa menginap untuk tidur sementara.

"Keesokan harinya mereka membawa putriku manggung di sebuah kafe lokal. Para penontonnya urunan hingga terkumpul Rp 690 ribu untuk membantunya. Pemilik kafe membantu membelikan tiket ke Jakarta agar dia bisa mendapatkan paspor baru di Kedubes Norwegia," jelasnya.

Setelah itu teman-teman barunya, lanjut Oystein, menghubungi seseorang yang mereka kenal di Jakarta untuk membantu menyediakan penginapan dan mobil untuk transportasi ke Kedubes Norwegia.

"Terima kasih untuk kebaikan semua orang ini. Dia (Karin) sekarang punya paspor baru dan bisa menjalani rencananya lagi. Sisanya ditanggung oleh asuransi," tulisnya.

"Terkait dengan Islamofobia yang sekarang berkembang, saya pikir sangat berharga menyebutkan orang-orang ini, seperti mayoritas di Indonesia, mereka muslim. Kebanyakan orang memang fantastik. Bagikanlah jika Anda ingin," tandas Oystein.

Kisah Oystein ini viral dan sudah dimuat media-media luar negeri seperti NDTV dari India edisi Senin 19 Maret 2017 ini. Oystein tidak menjelaskan di Indonesia bagian mana Karin berada saat kerampokan itu.

Namun dalam Facebook Karin, dia menuliskan perjalanannya dalam sebuah blog balitoberlinblog.wordpress.com. Karin baru memposting satu tulisan perjalanan berjudul "Through (blue) fire and smoke". Dari tulisannya, Karin rupanya singgah di Bali dan kemudian mendapatkan ide pergi ke Kawah Ijen, di Jawa Timur untuk melihat api biru dan warga yang mencari belerang.

Berikut kisahnya:
(msl/msl)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com