Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Sabtu, 21 Jan 2017 13:45 WIB

TRAVEL NEWS

Kunjungan Wisatawan ke Geopark di Indonesia Kian Meningkat

Bagus Kurniawan
Redaksi Travel
Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja Pengembangan Geopark Indonesia (Bagus/detikTravel)
Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja Pengembangan Geopark Indonesia (Bagus/detikTravel)
Yogyakarta - Indonesia mempunyai banyak kawasan geopark yang menarik wisatawan mancanegara maupun domestik. Jumlah kunjungan wisatawannya pun terus meningkat.

"Kunjungan wisatawan di kawasan geopark di Indonesia sebanyak 5.624.493 wisatawan domestik dan 642.000 wisatawan mancanegara," ungkap Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr Ir Ego Syahrial, MEC disela-sela acara Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja Pengembangan Geopark Indonesia tahun 2017 di Hotel Santika, Yogyakarta, Sabtu (21/1/2017).

Menurut dia dari wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan geopark di Indonesia, jumlah peredaran uang mencapai sekitar Rp 3,5 Trilun. Saat ini tim terus melakukan pengumpulan data untuk mengetahui jumlah pendapatan daerah yang dihasilkan oleh kawasan-kawasan tersebut.

"Masyarakat yang tinggal di kawasan geopark itu bisa memperoleh pendapatan dari sektor pariwisata tanpa merusak sumber daya alam yang ada dan kesejahteraan meningkat. Kami berharap ini jadi motor penggerak ekonomi nasional ke depan," kata Ego.

Ego memaparkan, saat ini Indonesia memiliki 4 kawasan geopark nasional yakni Kaldera Toba di Sumatera Utara, Merangin di Jambi, Ciletuh Pelabuhan di Sukabumi dan Rinjani Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu ada dua kawasan geopark global Unesco yakni Gunung Batur, Bali dan Geopark Gunung Sewu.

"Tahun 2017 ini kami mengumpulkan stakeholder dan pengelola geopark seluruh Indonesia di Yogyakarta karena Badan Geologi ingin mendorong geopark lain seperti Rinjani, Toba, Merangin serta Ciletuh untuk menjadi Geopark Global UNESCO yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Unesco," katanya.

Menurutnya Badan Geologi Kementerian ESDM bekerjasama dengan berbagai instansi terkait lainnya seperti Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU)-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kemenko Kemaritiman, Kemenko Perekonomian, Bapenas dan pemerintah daerah untuk melakukan koordinasi lintas sektor untuk pengembangan geopark. Terutama berkaitan pemanfaatan sumber daya alam.

"Tujuannya untuk mempercepat geopark untuk go internasional atau global yang diakui UNESCO," katanya.

Dia menambahkan, ada banyak situs geologi yang ditemukan di Indonesia. Apabila situs-situs geologi di Indonesia mulai diakui menjadi Geopark Global, secara langsung akan mengamankan upaya perusakan alam akibat aktivitas pertambangan.

Pihaknya mendorong agar geopark-geopark lain bisa diakui seperti halnya Geopark Gunungsewu dan Batur. Pada tahun 2017, Badan Geologi mengusulkan dua geopark untuk masuk ke jajaran geopark dunia yakni Rinjani dan Ciletuh.

"Sesuai dengan ketentuan dari Unesco setiap tahun hanya boleh mengusulkan dua saja," pungkas Ego. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED
Tapal Batas

Potret Masjid Terjauh di Indonesia

Senin, 29 Mei 2017 07:52 WIB

Inilah masjid Al Aqsha di Merauke, Papua. Masjid yang punya arti terjauh, punya makna memang masjid ini cukup jauh dari mana-mana dan di ujung timur Indonesia.