Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Apr 2017 13:55 WIB

TRAVEL NEWS

Mau Coba Diving di Wreck? Coba ke Sini

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Foto: USS Liberty, shipwreck yang jadi daya tarik Tulamben (Kamal/detikTravel)
Foto: USS Liberty, shipwreck yang jadi daya tarik Tulamben (Kamal/detikTravel)

FOKUS BERITA

Bukan Bawah Laut Biasa
Tulamben - Perairan Indonesia bukanlah bawah laut biasa. Para diver bisa menyelami wreck atau benda karam di dua tempat ini. Dijamin keren dan menantang!

Wreck alias rongsokan kapal atau pun benda-benda lain yang karam di lautan, memang jadi salah satu spot diving yang menarik bagi para penyelam. Itu karena biasanya di wreck ini, traveler bisa berjumpa dengan banyak terumbu karang serta biota-biota laut yang jadi penghuninya.

Dihimpun detikTravel, Kamis (13/4/2017), ada setidaknya 2 spot wreck yang terkenal di Indonesia. Yang pertama, tentu saja ada di Tulamben, Bali. Apalagi kalau bukan wreck kapal USS Liberty. detikTravel pernah pergi ke sana beberapa waktu lalu.

Menurut sejarah, kapal USS Liberty rusak dan terdampar saat Perang Dunia II dan belasan tahun kemudian karam di perairan Tulamben akibat letusan Gunung Agung Bali yang terjadi pada tahun 1963. Kapal ini pun terseret oleh lahar hingga masuk ke dalam laut.

Diving di Tulamben (Kamal/detikTravel)Diving di Tulamben (Kamal/detikTravel)
Panjang kapal Liberty sendiri mencapai 128 meter, dengan salah satu ujungnya berada di kedalaman 5 meter, dan ujung lainnya berada di 29 meter. Badan kapal terbelah menjadi 2 karena faktor alam.

Di spot diving Tulamben, kita bisa melihat banyak biota laut yang bertempat tinggal di reruntuhan kapal USS Liberty. Salah satu yang paling menarik tentu saja jenis-jenis ikan karang yang berwarna-warni, termasuk juga ikan Bumphead parrotfish.

Ikan Bumphead di Tulamben (Kamal/detikTravel)Ikan Bumphead di Tulamben (Kamal/detikTravel)
Ikan Bumphead memiliki tubuh yang paling besar dibandingkan dengan ikan-ikan karang lainnya. Panjang tubuhnya bisa mencapai 100 cm. Melihat ikan ini berenang lalu-lalang jadi kesenangan tersendiri bagi para penyelam.

Traveler juga bisa mengeksplorasi wreck USS Liberty dari ujung ke ujung. Namun ingat, banyak bagian kapal yang sudah rapuh. Jadi sebaiknya, jangan menyentuh apapun. Apalagi menyentuh terumbu karang.

Ikan-ikan yang tinggal di Tulamben (Kamal/detikTravel)Ikan-ikan yang tinggal di Tulamben (Kamal/detikTravel)
Setelah dari Tulamben, kita meluncur ke Makassar. Di kota ini, ada juga spot wreck yang sangat menarik. Bukan kapal seperti di Tulamben, melainkan wreck mobil VW Combi.

Ya! wreck mobil VW Combi ini bisa traveler temui apabila menyelami perairan bawah laut Kodingareng Keke, Makassar. Kodingareng Keke sendiri masuk dalam jajaran zona pertama kawasan Spermonde di Selat Makassar, dengan kedalaman laut antara 14-16 meter.

Hanya perlu waktu sekitar 40 menit perjalanan dengan kapal kayu bermesin tunggal dari bibir pantai untuk mencapai spot wreck VW Combi ini. Jika sedang beruntung, visibility bisa cukup baik dan tidak terganggu dengan butiran-butiran pasir yang melayang.

Inilah dia spot combi wreck (Suryaniamin/d'Traveler)Inilah dia spot combi wreck (Suryaniamin/d'Traveler)
Di spot ini, tampak ada satu unit VW jenis combi yang sengaja ditenggelamkan. Setelah bertahun-tahun ditenggelamkan, mobil klasik ini pun berubah menjadi wreck. Wujudnya masih sempurna, kecuali pintunya yang tak lagi utuh.

Hanya saja, perlu sedikit berhati-hati untuk menyentuhnya. Selain untuk mempertahankan agar bentuk dan posisi setir tetap berada ditempatnya, korosi juga perlu diwaspadai agar tangan tak terluka jika tidak mengenakan gloves.

Berbagai angle untuk foto bawah laut bisa dicoba dengan latar belakang combi wreck ini. Jika cukup punya pengaturan bouyancy yang bagus, bisa mencoba masuk melalui pintu combi. Ukurannya cukup lega untuk satu orang penyelam.

Bisa foto-foto di Conbi Wreck (Suryaniamin/d'Traveler)Bisa foto-foto di Conbi Wreck (Suryaniamin/d'Traveler)
Traveler pun bisa melihat tutupan koral yang cukup padat tak jauh dari spot combi wreck ini. Warna koralnya sendiri cukup cerah. Itu tandanya koral masih sehat, dan hidup dengan baik.

Namun sayangnya, di spot ini ikan-ikan karang yang ukurannya cukup besar tidak akan ditemukan, lebih banyak ikan-ikan kecilnya. Tapi traveler bisa menemukan jenis Yellow Tail Baracuda, puffer fish, hingga penyu di spot ini.

Sungguh betul kalau Indonesia disebut sebagai surganya penyelam. Alam bawah laut kita memang kaya dan indah! Kodingareng Keke di Makassar dan Tulamben di Bali hanyalah salah satu contoh kecilnya saja, masih banyak lagi spot diving di Indonesia yang perlu traveler selami dan lihat keindahannya!

(Suryaniamin/d'Traveler)(Suryaniamin/d'Traveler)

Saksikan video 20detik di sini:

(wsw/fay)

FOKUS BERITA

Bukan Bawah Laut Biasa
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED