Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 19 Apr 2017 18:58 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga Uno dan Pariwisata Jakarta

Afif Farhan
Redaksi Travel
Sandiaga Uno (Ari Saputra/detikFoto)
Sandiaga Uno (Ari Saputra/detikFoto)
Jakarta - Sandiaga Uno punya terobosan untuk pariwisata Jakarta. Dia menyoroti soal lapangan pekerjaan, Betawi dan museum. Apa yang mau diperbuatnya?

Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengungguli pasangan Ahok dan Djarot dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, versi hitung cepat (quick count). Bicara soal pariwisata, beberapa kali Sandiaga Uno datang ke kantor detikcom, dia pun menjelaskan betapa pentingnya pariwisata untuk Jakarta.

Dalam catatan detikTravel, Sandiaga Uno menjelaskan bahwa pariwisata merupakan daya tarik untuk ekonomi. Sebab dari pariwisata, dapat menumbuhkan banyak lapangan pekerjaan yang mana 'buahnya' akan dirasakan kembali oleh warga Jakarta.

"Dari pariwisata itu bisa menghidupkan banyak lapangan pekerjaan. Karena pariwisata, adalah multiplier effects yang nanti ada yang kerja misalnya di laundry, kuliner atau menjadi guide," begitu kata pria yang akrab disapa Sandi ini.

Sandi pun ingin wisatawan yang datang ke Jakarta tak hanya menghabiskan waktu selama 1 hari. Bisa 2 hari atau lebih, tapi ada caranya. Caranya adalah dengan memoles beberapa destinasi wisata di ibukota.

Pertama soal Betawi. Jika dilihat dalam masa kampanye, Sandiaga beberapa kali memakai pakaian ala Betawi sampai memperagakan silat. Khusus pariwisata, dia mau mengembangkan destinasi-destinasi yang lekat dengan Betawi.

"Kalau biasanya wisatawan ke Taman Mini sama Monas kan, kita ingin mereka juga ke tempat lain yang menarik di Jakarta. Bisa ke Condet dan Setu Babakan, meski di pinggiran tapi itu Betawi-nya kuat sekali," kata Sandi.

Selanjutnya soal museum, Sandi tampaknya gemas. Jakarta punya 142 museum denga masing-masing koleksi yang menarik. Sayangnya, belum banyak transportasi yang bisa mengangkut wisatawan ke sana. maka dari itu, dia mau ada transportasi yang bisa memudahkan wisatawan singgah di museum.

Satu lagi, Sandi ingin museum-museum di Jakarta seperti di luar negeri. Bukan lagi hanya pajangan benda mati, melainkan dapat dipoles lebih interaktif.

"Saya akan bikin lebih interaktif. Kenapa museum sangat laku di luar negeri, karena dibikin storyline-nya. Jadi mereka (turis-red) bisa dengar ceritanya. Jadi kalau melihat museum yang sukses di luar negeri, baik di Singapura maupun Eropa, itu ada gadgetnya yang dipegang. Gadget sekarang juga bisa pakai handphone, download apps-nya terus cerita, kita di titik ini ceritanya apa nih, dongengnya seperti apa," jelas Sandi. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Stres di Bandara, Elus Anjing Saja

Selasa, 30 Mei 2017 13:15 WIB

Bandara-bandara di AS punya cara unik agar para penumpangnya tidak stres. Anjing-anjing yang menggemaskan akan berjalan-jalan, lalu boleh dielus siapa saja.