Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Jumat, 19 Mei 2017 17:30 WIB

TRAVEL NEWS

Kebangkitan Nasional Adalah Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Afif Farhan
Redaksi Travel
Foto: Menteri Pariwisata Arief Yahya (dok detikFoto)
Foto: Menteri Pariwisata Arief Yahya (dok detikFoto)
Jakarta - 20 Mei besok adalah Hari Kebangkitan Nasional. Menteri Pariwisata Arief Yahya pun memaknainya sebagai Kebangkitan Pariwisata Indonesia.

"Kebangkitan Nasional adalah kebangkitan pariwisata Indonesia," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada detikTravel, Jumat (19/5/3027).

Ada 3 hal perihal kebangkitan pariwisata yang disampaikan Arief. Tiga hal itu adalah pariwisata bangkit sebagai core economy dan leading sector Indonesia, bangkit menjadi digital tourism terbaik dunia dan bangkit menuju homestay desa wisata terbesar dan terbaik dunia.

"Pariwisata adalah devisa terbesar dan terbaik. Pak Presiden selalu diskusi di Sidang Kabinet dan terutama di ratas (rapat terbatas) menanyakan bangsa ini unggul dimana? Dan presiden menetapkan pariwisata sebagai leading sector dan prioritas," papar Arief.

"Nanti bukan lagi industri migas dan non migas, tapi industri pariwisata dan non pariwisata," tambahnya.

Menpar Arief YahyaMenpar Arief Yahya


Selanjutnya soal digital tourism, yang mana pariwisata tidak akan lepas dari digital. Semua hal bisa dilakukan sambil duduk manis, seperti memesan tiket pesawat hingga penginapan. Belum lagi, begitu mudah mencari informasi lewat internet sampai website-website traveling. Maka mau tak mau, pariwisata Indonesia harus serba digital.

"Digitalisasi tidak bisa dihindarkan lagi. 70 Persen orang di dunia pariwisata itu sudah pakai digital. Kalau tidak mau digitalisasi silakan kalah," kata Arief.

Selanjutnya adalah soal homestay. Kementerian Pariwisata sejak hari kemarin sampai sekarang menggelar Rakornas 'Indonesia Incorporated: 20.000 Homestay Desa Wisata Pada Tahun 2017' di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, dibahas betapa pentingnya suatu homestay di tempat wisata.

"Homestay lebih mudah dibangun daripada hotel. Tiga hal pokok pembahasan di rakornas yaitu total 100.000 homestay di 2.000 desa wisata (pada tahun 2019-red), pembiayaan pembangunan homestay dengan 4 skema ada yang seperti bagi hasil, CSR atau KPR, terakhir pengelolaan homestay yang modelnya sharing economy," terang Arief.

Pariwisata tentu tidak bisa berjalan sendirian. Kementerian lain yang terkait transportasi dan aksesbilitas juga harus saling bergandeng tangan. Begitu pula para stakeholder pariwisata Indonesia, yang harus berjuang demi memajukan pariwisata Indonesia. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED

Negeri di Atas Awan Ala Trenggalek

Minggu, 28 Mei 2017 15:55 WIB

Jangan salah, Trenggalek di Jawa Timur punya Bukit Banyon untuk melihat panorama bak negeri di atas awan. Yang nanti bakal mudik ke sana, harus lihat langsung!

Kata Siapa Bali Cuma Pantai?

Minggu, 28 Mei 2017 14:20 WIB

Bali tak cuma punya deretan pantai. Datanglah ke Taman Nasional Bali Barat dan naik ke atas menaranya, untuk melihat panorama indah.

Tak Mau Pulang dari Lailiang

Minggu, 28 Mei 2017 08:55 WIB

Pantai Lailiang di Sumba Barat, NTT memang sangat elok dipandang. Pantainya bersih, pasirnya putih dan benar-benar bikin tak mau pulang.