Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Des 2014 07:45 WIB

TRAVEL NEWS

Cegah Traveler Berpaspor Palsu atau Curian, AirAsia Gaet Interpol

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Pihak Interpol dan AirAsia (dok AirAsia)
Jakarta - Tidak semua traveler itu baik. Ada yang berpergian dengan pesawat menggunakan paspor palsu atau curian karena sedang melakukan tindak kejahatan lintas negara. Maskapai AirAsia pun menggandeng Interpol untuk mencegahnya.

AirAsia dan Interpol melakukan integrasi sistem I-Checkit guna melacak keaslian paspor calon penumpang. Ini berdasarkan database dokumen perjalanan yang hilang dan dicuri (Stolen and Lost Travel Documents/SLTD) yang dimiliki oleh Interpol. Demikian rilis AirAsia kepada detikTravel, Jumat (5/12/2014).

Penguatan kerja sama berlangsung di Kantor Pusat AirAsia Indonesia, Kamis (4/12) melalui acara sosialisasi sistem I-Checkit. Dalam acara itu hadir Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko, Sekretaris National Central Bureau (NCB)-INTERPOL Indonesia Brigjen Setyo Wasisto dan Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

"Kami menjadi maskapai pelopor yang menerapkan sistem I-Checkit. Sistem ini merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia penerbangan sebagai upaya meningkatkan sistem keamanan yang menjadi perhatian dan prioritas kita bersama," kata Presdir AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko.

Sunu berharap kerjasama dengan Interpol dapat terus ditingkatkan sejalan dengan komitmen AirAsia untuk berekspansi dalam mengembangkan dan membuka rute penerbangan internasional. Sementara Seknas NCB-Interpol Brigjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya AirAsia mencegah traveler yang ingin melakukan kejahatan lintas negara.

"Mendukung upaya AirAsia untuk memperkuat komitmen memerangi kejahatan global khususnya terorisme, narkotik, kejahatan terorganisasi, dan lain-lain. Hal ini juga mendukung kampanye global Interpol bertajuk 'Tangkal Tindak Kejahatan' atau Turn Back Crime," kata dia.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menambahkan, Polri menyambut baik kerja sama AirAsia dan Interpol. AirAsia menurutnya dapat membantu meningkatkan keamanan penerbangan dengan melindungi para traveler terhadap ancaman teroris dan tindak kriminal dari pengguna paspor palsu.

Penerapan sistem I-Checkit memungkinkan maskapai menarik data SLTD yang terdapat dalam database tanpa memilik akses langsung ke dalamnya. Sistem ini tidak akan menarik data pribadi yang dimiliki penumpang namun hanya jenis dan nomor dokumen perjalanan, serta kode Negara yang akan dilacak dalam database SLTD.

Penarikan database Interpol ini hanya membutuhkan waktu 0,5 detik setelah paspor di-scan melalui sistem. Apabila nomor paspor penumpang menunjukkan adanya kecocokan, AirAsia langsung merujuk penumpang tersebut kepada petugas berwenang.

Sejak proyek percontohan diterapkan Juni 2014, sebanyak lebih dari 6 juta penumpang maskapai grup AirAsia telah dilacak berdasarkan data SLTD. Sejauh ini, terdapat 55 traveler yang dilaporkan mencurigakan dan berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas imigrasi, 18 di antaranya tidak diperbolehkan untuk terbang. Sebagai bentuk tindak lanjut kerja sama ini, AirAsia telah meluncurkan pesawat dengan corak khusus (livery) Turn Back Crime.

(fay/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA