Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Des 2014 07:45 WIB

TRAVEL NEWS

Wah! Pantai Kuta Punya 'Baywatch' Keturunan Prancis

Redaksi Travel
(I Made Ardhiangga/ detikTravel)
(I Made Ardhiangga/ detikTravel)
Badung - Pantai Kuta di Bali menjadi destinasi turis asal berbagai negara. Namun siapa sangka, pantai cantik ini punya 'baywatch' alias penjaga pantai yang adalah pria keturunan Bali-Prancis. Penasaran?

Ada hal cukup menarik yang tersisip di panorama keindahan Kuta. Salah satu petugas penyelamat pantainya merupakan keturunan Perancis dan Bali. Tentu saja hal itu menjadi perhatian tersendiri.

Adalah‎ Jules Henderson, yang sudah menetap di Indonesia selama 15 tahun. Ia pun sudah sekitar dua tahun menjadi life guard di pantai ikon Bali ini.

Ditemui detikcom, Jules mengaku sangat senang dengan tugasnya sebagai penjaga pantai. Meskipun dirinya tidak dibayar, alias sukarelawan di Kuta.

"Saya sudah‎ 4 tahun seperti ini, karena jiwa saya memang senang membantu orang lain," katanya di saat senggang di pinggiran pantai.

Jules menyatakan, memang tidak mudah menjadi seorang penjaga pantai. Ada beberapa tahapan pelatihan yang mesti dilaluinya.

"Waktu training, latihan untuk memakai alat jet ski, menjemput orang, first aid (penanganan pertama) dan mempelajari teknik-teknik selamatkan orang di laut," kata pemuda 18 tahun yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Apakah ada hambatan dalam penyelamatan wisatawan yang sedang berenang di laut‎? Dia mengungkapkan, banyak sekali hambatan. Bahkan sudah ratusan kali dirinya mesti berjibaku dengan ombak besar di pantai Kuta.

Seperti halnya penyelamatan orang yang tenggelam terseret arus. "Sementara ini aman. Karena, angin dari barat. Jadi aman. Kalau angin dari timur arusnya keras atau bisa narik ke tengah," ungkapnya.

Berbagai pengalaman menjadi penyelamat pun diulasnya. Ada sekelumit cerita mengenai pengalaman mengharukan bagi Jules yang terjadi pada Agustus 2014 lalu.

Ada orang hanyut terseret ombak cukup besar dan ia kesulitan memegang orang itu. Bahkan, orang itu kondisinya cukup kritis, hingga mesti dilarikan ke rumah sakit.

‎Selain itu, dia menambahkan, pengalaman lain yang membuatnya selalu teringat ialah kesusahan saat melakukan penyelamatan 10 orang yang hanyut karena arus atau ombak tiba-tiba datang.

"Yang diperhatikan ialah bendera kuning-merah berarti daerah aman. Jika merah saja berbahaya," ujarnya.

(sst/sst)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Indahnya Telaga Menjer di Dieng

Minggu, 17 Des 2017 16:00 WIB

Wisata Alam di Dieng, memang tidak ada habisnya. Salah satu wisata alam yang bisa dinikmati adalah Telaga Menjer yang punya pemandangan cantik.