Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Jun 2015 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Anggi, Hijab Traveler dari Bangka

Anggi di Bangka Botanical Garden (Anggi Agistia/dTraveler)
Jakarta - Berhijab tak membatasi traveler wanita untuk melakukan perjalanan. Anggi Agistia misalnya, adalah traveler di Bangka yang terus menjelajah Nusantara. Anggi bahkan menuliskan kisahnya dalam tiga buku antologi.

Anggi Agistia, begitu namanya, adalah pegawai BUMN yang sedang dinas di Pulau Bangka. Wanita kelahiran Bandung, 25 Agustus 1991 ini aktif menulis kisah perjalanannya sebagai dTraveler. Sampai saat ini wanita berhijab ini sudah berbagi kisah lewat 61 cerita perjalanan dan 28 foto di detikTravel. Ini jumlah yang tidak sedikit, mengingat Anggi sudah aktif sejak awal detikTravel berdiri di akhir 2011.

"Background kuliah, kerjaan tidak ada hubungannya dengan traveling. Kebetulan waktu SMA ikut mading, jadi suka nulis dan kebetulan suka jalan-jalan. Kalau nggak ditulis nanti perjalanannya bisa lupa," tutur Anggi saat dihubungi detikTravel, Senin (15/6/2015).

Sebagai hijab traveler, Anggi sudah menuliskan kisahnya dalam beberapa buku antologi. Buku pertama berjudul 'Jelajah Negeri Syuhada', dan yang kedua berjudul 'Biarkan Hijabku Berkibar'.

"Tidak semuanya kisah perjalanan. Ada kejadian apa saja, memang suka dituliskan," tambahnya.

Bicara soal buku antologi keduanya, Anggi punya pendapat sendiri soal traveler berhijab. Dia mengaku sering mendengar kalau traveler berhijab agak sulit traveling ke beberapa negara. Namun pendapatnya, hal itu tidak bisa dijadikan penghalang untuk melakukan perjalanan.

"Jilbab nggak harusnya menghalangi perempuan untuk jalan-jalan. Alhamdulillah buat saya nggak ada hambatan," katanya.

Meski sudah 1 tahunan berdinas di Bangka, hijaber ini juga sudah traveling ke Sumatera, Jawa, Sulawesi dan beberapa pulau eksotis di Indonesia. Singapura juga menjadi negara yang punya kisah tersendiri baginya.

"Negara yang hectic dan orang-orangnya individualistis. Kotanya bagus dan terstruktur. Tapi kalau dibandingkan Indonesia, menurut saya masih kalah jauh karena Indonesia punya banyak yang bisa dieksplor," papar dia.

Sebagai traveler generasi muda, Anggi punya pesan untuk penikmat perjalanan di luar sana.

"Jadikanlah pariwisata Indonesia berkelanjutan. Eksplor boleh, publikasikan agar banyak orang yang tahu. Tapi jangan lupa, jaga lingkungan," tutupnya.

Lihat profil lengkap dan kisah perjalanan Anggi Agistia di sini.



(sst/sst)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA