Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Rabu, 02 Sep 2015 07:02 WIB

TRAVEL NEWS

Jual Wisata Cruise ke Australia, Ada Tantangan Infrastruktur

Kapal yacht, bagian dari wisata cruise (Rachman/detikFoto)
Kapal yacht, bagian dari wisata cruise (Rachman/detikFoto)
Darwin - Kementerian Pariwisata mengincar 1,35 juta turis Australia ke Indonesia tahun ini. Salah satunya, melalui wisata cruise alias kapal pesiar. Namun, ada tantangan infrastruktur yang harus dihadapi.

"Masih menghadapi kendala. Indonesia belum punya pelabuhan cruise seperti punya Singapura," demikian kata Deputi Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran Internasional, Jordi Paliama.

Hal itu dikatakan Jordi saat ditanya detikTravel yang berkunjung ke Darwin. Kunjungan ini atas kerja sama dengan ABC Australia Plus mengenai kesiapan infrastruktur wisata cruise di sela acara Marine Sales Mission (Cruiser) di Hotel Doubletree by Hilton, Darwin, Northern Territory, Australia, Selasa (1/9/2015) malam waktu setempat.

Karena belum punya pelabuhan cruise, maka, kapal pesiar tidak bisa merapat ke daratan. Solusinya, sementara ini para turis dijemput dari kapal pesiar dengan kapal kecil ke darat.

"Kapal kecil sudah banyak bersandar di pelabuhan kita," tutur Jordi.

Namun, lanjut dia, Kemenpar akan berusaha meningkatkan pelayanan dalam wisata bahari, meski belum punya pelabuhan cruise. Ke depan, dirinya optimis tantangan ini bisa dihadapi karena pemerintahan Presiden Jokowi akan membangun infrastruktur termasuk pelabuhan di kawasan timur Indonesia.

Tantangan lain, adalah hubungan bilateral dengan Benua Kanguru ini kerap panas-dingin. Namun, dia yakin banyak orang Australia memilih Indonesia, utamanya Bali, sebagai negara destinasi wisata.

"Pak Konjen (Konsul Jenderal RI Darwin, Andre Omer Siregar) mengatakan, hubungan dengan Indonesia tegang, tapi di Northern Territory tidak berdampak jauh. Situasi politik naik-turun, namun sebagian besar orang Australia melihat Indonesia seperti serambi rumah mereka," tuturnya.

Darwin dipilih untuk promosi cruise, karena ibu kota Northern Territory ini menjadi gerbang masuk kapal pesiar internasional ke Australia. Juga menjadi persinggahan kapal pesiar dari sisi selatan Australia, Sydney dan Melbourne.

Selain itu, di Darwin pada hari Rabu (2/9/2015) ini, diadakan event kapal pesiar Cruise Down Under selama 3 hari. Sedangkan destinasi cruise unggulan yang ditawarkan terutama di kawasan timur Indonesia.

"Banyak (tujuan wisata cruise), orang Australia mesti tahu Bali, kita bawa mereka ke NTT, Raja Ampat. Juga Aceh, Palembang, Padang, banyak destinasi dari Sabang sampai Merauke kita ada," tuturnya.

Acara promosi ini dihadiri para pelaku industri pariwisata, seperti operator cruise. Sedangkan Konsul Jenderal RI di Darwin, Andre Omer Siregar, mengatakan warga Northern Territory selama ini lebih santai menyikapi hubungan naik-turun Indonesia-Australia.

"Mau hubungan naik-turun, warga Northern Territory tetap pergi ke Bali," tuturnya.

Australia menjadi incaran karena menurut data Kemenpar, menyumbang jumlah turis mancanegara nomor 3 (1,098 juta turis tahun 2014) setelah Singapura (1,519 juta turis di 2014), dan Malaysia (1,276 juta tahun 2014).

(fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Tak Mau Pulang dari Lailiang

Minggu, 28 Mei 2017 08:55 WIB

Pantai Lailiang di Sumba Barat, NTT memang sangat elok dipandang. Pantainya bersih, pasirnya putih dan benar-benar bikin tak mau pulang.