Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 11 Agu 2016 11:50 WIB

TRAVEL NEWS

Kesenian Reog Ponorogo Akan Tebar Pesona di Manila & Davao, Filipina

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Reog Ponorogo akan unjuk gigi di Davao dan Manila, Filipina (Rachman Haryanto/detikcom)
Reog Ponorogo akan unjuk gigi di Davao dan Manila, Filipina (Rachman Haryanto/detikcom)
Manila - Reog Ponorogo bakal menebar pesona di Kota Manila dan Davao, Filipina pada 20-27 Agustus 2016 mendatang. Ini dilakukan untuk makin menarik turis ke Indonesia.

Pertunjukan Reog Ponorogo ini akan dilakukan di dua titik, yakni di University Of Mindanao, Davao City pada tanggal 20-23 Agustus, dan satu lagi di Mall Of Asia yang terletak di Kota Manila 24-27 Agustus 2016. Pertunjukan ini merupakan kerja sama antara KBRI Manila, KJRI dan Kemenpar.

"Kami tidak sendirian, kami berkolaborasi dengan banyak pihak. Kami kirimkan Reog Ponorogo, 30 orang. Terima kasih atas kerjasama yang kompak ini. Mari kita goda mereka untuk datang ke Indonesia dengan benda dan seni budaya dan kekayaan dan keindahan Indonesia," ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana seperti dalam rilis pers Kemenpar yang diterima detikTravel, Kamis (11/8/2016).

Reog memang dikenal sebagai salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut, lebih tepatnya dari Kota Ponorogo. Bahkan, gerbang kota Ponorogo juga dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang selalu tampil pada saat reog dipertunjukkan.

"Sangat unik dan menarik, kami yakin masyarakat Filipina akan terpesona dan akan datang ke Indonesia," ujar Pitana.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Tenggara, Rizki Handayani, juga memaparkan bahwa rencananya pada 21 Agustus di Davao, Filipina, akan ada Parade Seni Budaya Kadayawan sepanjang 2 kilometer. Di parade ini, Reog Ponorogo akan tampil.

"Hasil koordinasi kami dan informasi dari KBRI dan Pemkab Ponorogo, nanti tanggal 22 Agustus akan ada workshop interaktif di University Of Mindanao, dimana akan ada General Lecture Indonesia and Philipines Art and Culture. Disitulah kita akan tampilkan Reog di acara tersebut," kata Rizki.

Selang satu hari, semua rombongan langsung meluncur ke Manila dan kembali mempersiapkan atraksi yang unik, juga dengan menampilkan Reog Ponorogo dan semua keindahan Indonesia.

"Kami bersama KBRI dan Pemkab Ponorogo juga akan perlihatkan kepada masyarakat Filipina yakni Tari Piring Sumatera Barat, Tari Pendet Bali, dan Tari Saman Aceh. Besoknya, pada tanggal 26 Agustus kita masih punya acara yang bagus agar mereka semua semakin terpukau kepada kekayaan Indonesia," tambah Rizki.

Pada tanggal 26 Agustus di Manila, giliran Indonesia unjuk gigi melalui workshop Seni Budaya Indonesia oleh ISI Padang Panjang, Workshop Reog Ponorogo oleh Nursilah UNJ, pementasan tarian Sumatera Barat dan pementasan Reog Ponorogo. Ini semua dilakukan demi menjari wisman asal Filipina agar makin tertarik berkunjung ke Indonesia.

Seperti diketahui, Indonesia menargetkan mampu menjaring 275.000 wisman asal Filipina sampai tutup tahun ini. Kemenpar pun akan makin menggenjot promosi pariwisata di Filipina. Realisasi kunjungan wisman Filipina ke Indonesia tahun 2015 sendiri sebanyak 143.538 orang, berarti masih ada kurang lebih 132 ribu orang lagi yang mesti dikejar.

"Filipina semakin menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir, terlebih negara tersebut mengalami pertumbuhan ekonomi dan kelas menengah yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Selain itu jumlah outbond Filipina mencapai 7,855 juta, sehingga ini sebenarnya sangat potensial untuk digarap," beber wanita lulusan ITB itu.

Apalagi dari jumlah itu bagian Indonesia hanya sekitar 3,22 persen, sehingga masih banyak potensi yang belum tergarap secara optimal. Menurut Rizki, pihaknya akan mulai memetakan pasar potensial tersebut, termasuk membidik segmen-segmen yang tepat.

"Peak season di Filipina pada Mei dan Oktober, kita akan perlihatkan ke mereka keunggulan negara kita, terutama 10 destinasi prioritas yang sudah kita tetapkan. Selama ini masyarakat Filipina banyak menghabiskan waktu liburnya ke Singapura, Thailand, China, Hongkong, dan Taiwan. Ke depan, Kemenpar akan lebih banyak melakukan promosi dalam berbagai bentuk di Filipina. Salah satunya dengan perhelatan Reog Ponorogo hasil kerjasama dengan KBRI di Manila dan Pemkab Kabupaten Ponorogo ini," ungkap Rizki.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, sudah meminta Bos Lion Air, Rusdy Kirana untuk membuka jalur penerbangan Cebu Island-Manado, dan atau Davao-Manado. Ini karena Filipina akan dibidik sebagai 'kolam yang banyak ikannya', seperti halnya Singapura dan Hong Kong. Seperti kita tahu, turis China dan Korea yang terbang ke Cebu Island cukup besar setiap harinya.

"Tinggal kerjasama sesama airlines, membuat paket sampai ke Manado dan beberapa kota di sekitar Manado, seperti Gorontalo, Morotai, Sangihe, Ambon, Halmahera, dan lainnya," ungkap Arief Yahya. (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED