Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Jan 2017 12:10 WIB

TRAVEL NEWS

Payung Indonesia Ludes Diburu Pengunjung Festival Payung Bo Sang!

Andi Annisa Dwi Rahmawati
Redaksi Travel
Keseruan Festival Payung Bo Sang di Thailand (Andi Anissa/detikTravel)
Keseruan Festival Payung Bo Sang di Thailand (Andi Anissa/detikTravel)
Chiang Mai - Festival Payung Bo Sang di Thailand sudah memasuki hari terakhir. Payung lukis dari Indonesia pun ludes dibeli pengunjung yang datang ke festival ini.

Pengunjung Festival Payung Bo Sang (22/1) di hari terakhir semakin ramai. Buktinya, stok payung lukis dan dekorasi dari Indonesia habis diserbu pengunjung.

Hingga hari terakhir festival berlangsung, delegasi Indonesia tetap berpartisipasi melalui Paviliun Indonesia. Di sini pengunjung berkesempatan melukis payung polos 'Wonderful Indonesia' yang dibawa Kementerian Pariwisata.

Telah disediakan kuas, palet, dan cat akrilik aneka warna sebagai alat lukis. Dari pantauan detikTravel (22/1), turis lokal maupun mancanegara nampak antusias melukis payung. Mereka antara lain datang dari Thailand, Jepang, Amerika Serikat, Belanda, Australia, Korea Selatan, dan China.

Wisatawan asyik melukis payung (Andi Anissa/detikTravel)Wisatawan asyik melukis payung (Andi Anissa/detikTravel)


Baik orang dewasa maupun anak kecil bebas menuangkan ide kreatif mereka di atas payung putih. "Kami membawa sekitar 200 payung putih polos dari desa Juwiring, Klaten. Semuanya habis dipakai turis sebagai media lukis," ujar Agung Priyo Wibowo, Tim Kreatif yang datang dari Solo, Minggu (22/1/2017).

Seorang turis Korea Selatan, misalnya, langsung menggoreskan cat warna cerah di atas payung. Ia mengaku menikmati proses melukis payung yang menurutnya unik. Ada pula turis lokal Thailand yang memilih bunga sakura sebagai objek utama lukisannya.

Usai dilukis, payung perlu dijemur sebentar di bawah sinar matahari agar cat-nya kering. Pengunjung pun berkesempatan membawa pulang payung ini.
 Wisatawan berkesempatan membawa pulang payung ini (Andi Anissa/detikTravel) Wisatawan berkesempatan membawa pulang payung ini (Andi Anissa/detikTravel)


Di sore harinya, Agasthy Maulida dan Kamila Sayida tampil kembali mengenakan kostum Dayak dan Mentawai. Bedanya kali ini mereka melayani lebih banyak permintaan foto pengunjung Festival Payung Bo Sang. "Seru, banyak yang minta foto. Meskipun panas, kami tetap semangat," tutur keduanya.

Tak sekadar menyediakan payung polos, Indonesia turut membagikan payung dekorasi batik hingga sekitar 300 buah. "Payungnya dibuat langsung oleh pengrajin desa Juwiring yang merupakan salah satu desa payung di Indonesia," jelas Heru Mataya, Koordinator Program Festival Payung Indonesia (FPI) yang menjadi sister festival dari Festival Payung Bo Sang, Thailand ini.

Heru Mataya membagikan payung dekorasi (Andi Anissa/detikTravel)Heru Mataya membagikan payung dekorasi (Andi Anissa/detikTravel)


Menurut Heru, dibanding tahun lalu festival payung Thailand kali ini lebih meriah. "Saya mengikuti tahun lalu, saya pikir tahun ini ada tambahan acara yang tahun lalu tidak ada. Saya lihat ada aksi melukis di jalan dan beberapa pameran," jelasnya pada detikTravel.

"Beberapa titik panggung yang tahun lalu nggak ada, sekarang ada. Jadi saya pikir sekarang ini semakin ramai dan beragam. Saya lihat kulinernya juga lebih beragam lagi. Ini menarik karena tahun kemarin nggak sebanyak ini. Apalagi semua harganya terjangkau," tambah Heru.

Mengenai kehadiran Paviliun Indonesia tahun ini, Heru berujar, "Kunjungan turis tahun ini lebih banyak karena tahun kemarin stan kita ada di tengah. Tahun ini saya pikir sebagai sebuah penghormatan bagi kita karena kita sudah ikut kedua kalinya. Mereka memberi stan yang sangat strategis di pintu masuk dan dekat information centre. Kunjungan turis dari beragam negarapun lebih banyak."
 Wisatawan asyik berfoto dengan payungnya (Andi Anissa/detikTravel) Wisatawan asyik berfoto dengan payungnya (Andi Anissa/detikTravel)


Respon pengunjung untuk mengikuti workshop juga dinilainya lebih antusias dan bagus. Heru menilai, "Beberapa kali saya berdialog dengan mereka, mereka tahu payung Indonesia punya sesuatu yang khas dan membedakannya dari Thailand. Mereka jadi tahu Indonesia punya payung dan payungnya memang berbeda. Dari mulai bentuk, bahan, dan cara pengerjaannya."

Di akhir acara, Indonesia yang diwakili Heru mendapat sebuah kehormatan. Pihak penyelenggara Festival Payung Bo Sang memberi payung tradisi Thailand. Anothai Inkhiewsai dari Chiang Mai Cultural Office menjelaskan desain payung polos ini punya sejarah panjang.

"Dulunya masyarakat desa Bor Sang tidak bisa membuat payung. Namun para biarawan dari Myanmar (Burma) mengajarkan mereka cara membuat payung. Gunanya untuk melindungi para biarawan dari panas sinar matahari dan hujan," pungkas Anothai.
Berfoto-foto dengan payung batik (Andi Anissa/detikTravel)Berfoto-foto dengan payung batik (Andi Anissa/detikTravel)
(adr/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED