Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Mar 2017 12:14 WIB

TRAVEL NEWS

Selamat! Bandara Soetta Jadi World's Most Improved Airport 2017

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Foto: Penganugerahaan World Most Improved Airport 2017 untuk Bandara Soekarno Hatta versi Skytrax (dok Kemenpar)
Foto: Penganugerahaan World Most Improved Airport 2017 untuk Bandara Soekarno Hatta versi Skytrax (dok Kemenpar)
Jakarta - Bandara Internasional Soekarno Hatta terpilih sebagai World's Most Improved Airport 2017 versi Skytrax. Bandara Soetta mengalahkan Bandara Doha hingga Narita!

Bandara Internasional Soekarno Hatta (CGK) Tangerang baru-baru ini meraih dua sukses sekaligus. Pertama, sukses menembus peringkat 44 besar dunia versi Skytrax World Airport Award 2017, dari posisi sebelumnya di 2016 di papan 63 besar.

"Kami melompat 19 point, capaian terbaik selama ini. Kami sebenarnya hanya menargetkan masuk di 50 besar dunia. Terima kasih atas support dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Pak Arief Yahya dan seluruh jajaran Kemenpar RI," jelas President Director AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan persnya (15/3/2017).

Kedua, Soetta Airport juga berhasil meraih penghargaan The World Most Improved Airport 2017, sebuah penghargaan prestisius berdasarkan The Skytrax World Airport Survey.

Penghargaan ini sudah melalui proses panjang dan detail dibandingkan 550 airport dari seluruh dunia. Prosesnya juga dilakukan dengan sangat independen. Yang disurvei adalah percepatan pembangunan fasilitas bandara, kualitas pelayanan, service excellence berstandar global.

"Kami berterima kasih pada seluruh masyarakat yang rela menyisihkan waktu khusus untuk mengisi quasionnaires yang sangat detail, hingga 50 pertanyaan itu. Kalau bukan karena cinta Merah Putih, bangga dengan Soekarno Hatta Airport, bandara andalan Indonesia, sepertinya sulit terjadi," lanjutnya.

Bukan main-main, awarding tahun 2017 dilalui dengan sangat fair dan terbuka. Penilaian itu didasarkan pada 13,82 juta lembar jawaban survey secara online, yang diisi oleh travellers dari 105 negara, dari bulan Juli 2016 sampai Februari 2017 di 550 bandara internasional.

(dok Kemenpar)(dok Kemenpar)


Pertayaan kuesioner itu akan menunjukkan 'performance indicators' dari kualitas layanan bandara. Dari check in, arrivals, transfers, shopping, security, imigrasi, sampai depan pintu keberangkatan.

"Selamat atas dua sukses sekaligus Bandara Soekarno Hatta. Bandara yang sudah ditetapkan sebagai Tourism Airport oleh Pak Menhub Budi Karya Sumadi," ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga berterima kasih kepada tim digital dan sosmed Kemenpar, yang terus mensosialisasikan dan mengajak publik untuk menghibahkan votes-nya buat AP-2. Arief melihat hal ini sebagai kepentingan nasional, maka dibutuhkan spirit Indonesia Incorporated.

"Kalau Bandara kita hebat, berkualitas dunia, fasilitasnya lengkap, itu akan menjadi destinasi sendiri. Orang tidak takut transit dan berlama-lama di Jakarta," lanjut Arief.

Menurut Arief, reputasi sebagai airport kelas dunia itu sangat penting. Pertama sebagai kalibrasi, menyamakan dengan global standart yang sudah dimiliki oleh Skytrax dan diakui oleh dunia. Lembaganya juga sangat berbobot, punya nama besar juga. Kedua, award itu akan menaikkan confidence level di mata dunia.

"Rasa percaya diri, bahwa kita bisa hebat, bisa juara dunia, dan kita tidak merasa minder dengan bangsa-bangsa lain, karena kita juga bisa lebih hebat dari manapun," imbuh Arief.

Ketiga, arwarding itu penting untuk membangun kredibilitas, atau kepercayaan publik terhadap lembaga ini.

"Kalau sudah terpercaya, punya kredibilitas, maka value-nya naik. Kalau nilai valuasinya naik, maka harga pun masuk akan untuk lebih mahal dari airport yang lain," paparnya.

(dok Kemenpar)(dok Kemenpar)


Proses e-vote-nya juga cukup rumit, bahkan paling rumit dibandingkan dengan proses e-voting lain. Pertama, harus buka website mereka. Kedua, harus masukkan data dan diemail, bisa melalui handphoe, smartphone, juga bisa dengan PC (Personal Computers). Kedua, satu email, satu akun, satu suara. Tidak boleh nge-vote lebih dari sekali, karena pasti akan langsung sinkronisasi data.

Ketiga, untuk voting The World's Top 100 Airports itu IP Address-nya tidak boleh sama. Artinya, kita tidak boleh menggunakan HP yang sama, komputer yang sama, dan IP Address yang sama. Karena itu, harus dengan satu IP Address. Oleh karena itu, penilainannya benar-benar ketat.

"Kita ini bangsa besar, bangsa maritime, bangsa yang punya potensi wisata melimpah. Maka saya yakin, Indonesia bisa berkompetisi dengan sehat. Saya yakin, kalau bersatu, demi Merah Putih, tidak ada yang tidak bisa! Selamat dan Sukses Soekarno Hatta Airport!" tutup Menpar Arief. (wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED