Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Selasa, 21 Mar 2017 10:15 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Langkah Menpar untuk Jadikan Danau Toba Mendunia

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Foto: Menpar Arief Yahya saat launching kalender wisata Danau Toba 2017 (Randy/detikTravel)
Foto: Menpar Arief Yahya saat launching kalender wisata Danau Toba 2017 (Randy/detikTravel)
Jakarta - Segala upaya dilakukan oleh Menpar Arief Yahya untuk memajukan Danau Toba. Pembangunan sejumlah infrastruktur hingga pengajuan Toba ke UNESCO pun dilakukan.

Seperti yang rutin diungkapkan oleh Menpar Arief Yahya, bahwa para pelaku pariwisata harus membangun suatu destinasi dengan menggunakan global standard apabila ingin bersaing di tingkat dunia. Hal itu pun berlaku sama untuk Danau Toba di Sumatera Utara yang masuk satu dari 10 Destinasi Prioritas.

"Tentang pengembangan destinasi Danau Toba kelas dunia saya sebut, kalau ini kita pakai global standard. Kita nggak membangun Danau Toba tapi Sumut, itu ikon yang mau kita munculkan. Salah satunya yang saya rekomendasikan dengan sangat untuk mendapat sertifikasi UNESCO Global Geopark, kita harapkan daftar tahun ini 2018 dapat," ujar Arief pada saat Launching Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin malam (20/3/2017).

Tentunya promosi dan pengajuan Danau Toba ke lembaga internasional sekelas UNESCO saja tidak cukup. Danau Toba perlu didukung oleh infrastruktur penunjang seperti bandara internasional.

"Kalau mau jadi destinasi level dunia harus punya akses bandara internasional, Bandara Silangit akan kita jadikan internasional dan itu harus jadi tahun ini," lanjut Arief.

Selain Bandara Silangit yang akan dijadikan internasional, Arief juga berencana untuk membuat akses udara lain melalui Bandara Sibisa di Ajibata, Samosir. Kalau sudah jadi, hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk mencapai Kota Parapat.

Namun tidak hanya akses udara yang dibenahi oleh Arief, akses darat seperti jalan dan jalur kereta akan dibuat dan dirapikan. Tujuannya adalah untuk mempersingkat waktu tempuh wisatawan menuju Danau Toba.

"Darat dari Kualanamu ke Tebing Tinggi lebaran ini selesai, Tebing Tinggi ke Siantar, dari Siantar ke Parapat, diharapkan 3 segmen ini selesai 2019. Kedua inner ring road, lalu kita sedang minta agar kereta api langsung dari Kualanamu bisa langsung ke Siantar, bisa kurang dari 1,5 jam," ujar Arief.

Tidak hanya jalur udara dan darat, jalur air pun akan turut dikembangkan oleh Arief. Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumut pun akan didayakan sebagai pintu masuk wisatawan yang liburan naik yacht atau kapal pesiar.

"Untuk lautnya udah ada Pelabuhan Kuala Tanjung untuk cruise, ada cabotagenya, bisa naik bisa turun ke Danau Toba, darat laut udara itu untuk infrastruktur," tutup Arief. (rdy/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED