Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Mar 2017 09:30 WIB

TRAVEL NEWS

Yayasan Tidar Promosi Wisata Budaya & Spiritual ke 14 Duta Besar

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Pertunjukan wayang oleh Yayasan Tidar (dok Yayasan Tidar)
Pertunjukan wayang oleh Yayasan Tidar (dok Yayasan Tidar)
Magelang - Yayasan Tidar Heritage Foundation (THF) mempromosikan wisata budaya dan spiritual pada 14 duta besar di Indonesia. Pertunjukan wayang yang keren pun digelar.

Dari rilis pers yang diterima detikTravel, Kamis (30/3/2017), Tidar Heritage Foundation (THF) mengadakan pagelaran wayang dengan tema 'The Revelation of God through the holy spirit: received by Romo Resi Brotonirmoyo' di Borobudur International Golf and Country Club, Lembah Gunung Tidar pada Sabtu (25/3), akhir pekan lalu.

Pagelaran wayang yang dihelat dalam Gala Dinner tersebut dihadiri oleh 14 Duta Besar dari negara sahabat. Di antaranya Australia, Filipina, Hungaria, Jerman, Kroasia, Laos, Lebanon, Mongolia, Oman, Panama, Republik Rakyat China, Serbia, dan Venezuela.

Sejumlah tokoh nasional seperti Cosmas Batubara, Fadel Mohammad, Mardiyanto, Didik Nini Thowok dan Ibu Jero Wacik pun turut hadir dalam acara ini. Dari Kementrian Pariwisata hadir Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuty dan Sekretaris Tim Percepatan Borobudur Watie Murani.

Dalam kata sambutannya S.D. Darmono selaku salah satu pendiri dari Tidar Heritage Foundation yang didampingi oleh Prof Komaruddin Hidayat, Prof Budi Susilo Supandji, Mayjen (Purn) Bachrul Ulum dan Brigjen (Purn) Soetirman menjelaskan tentang Tidar sebagai pusat spiritualitas dunia. Darmono menambahkan, adanya keyakinan bahwa awal peradaban dunia dimulai dari Gunung Tidar.

"Kendati ini harus dibuktikan oleh para akademisi melalui risetnya, banyak yang meyakini bahwa Nabi Nuh membuat perahunya yang berbahan pohon jati itu di sini. Dan setelah berlayar selama 40 hari 40 malam, sampai ke Timur Tengah," kata Darmono.

Indonesia adalah tanah yang sangat diberkahi dengan kecantikan alamnya, sehingga disebut sebagai Zamrud Katulistiwa. Indonesia juga disebut sebagai Ring of Fire, Negeri Cincin Api karena adanya ratusan gunung api aktif. Semua orang tak henti berpikir mengapa Tuhan menganugerahkan 17 ribu pulau di sini.

"Semua ini meyakinkan banyak orang, bahwa Indonesia akan menjadi pusat maritim dan oceanografi dunia, juga pusat spiritualitas dunia," kata Darmono.

Suasana pertunjukan wayang (dok Yayasan Tidar)Suasana pertunjukan wayang (dok Yayasan Tidar)
Menurutnya, oleh karena itulah THF ingin berkontribusi pada negara, bangsa bahkan kepada dunia melalui promosi perdamaian dan harmoni. Langkah pertama yang dilakukan THF adalah mendorong pemerintah agar segera merevitalisasi Candi Borobudur sebagai Mekkah-nya umat Buddha dan menginisiasi kawasan khusus yang pengelolaannya di bawah pemerintah pusat.

Intinya, THF ingin pusat spiritual dunia itu tidak hanya di Roma, India, Jerusalem, ataupun Mekkah tetapi Indonesia yaitu Tidar khususnya bisa menjadi pusat spiritual dunia, Sehingga orang pun berbondong-bondong ke sini.

"Indonesia telah membuktikan sebagai negara dengan spiritualitas tinggi lewat masyarakat yang damai dan harmoni," ujar Darmono.

Pertunjukan wayang menjadi lebih menarik karena pesinden yang tampil berasal dari sejumlah negara diantaranya, Hiromi Kano (Jepang), Dora Hyorfi (Hungaria), Agnes Feroso (Amerika Serikat). Dilengkapi dengan hadirnya Kitsie Emerson, PhD, Wayang Studies (Leiden University, The Netherlands). Seorang pecinta budaya asal Kalamazoo, Michigan, Amerika Serikat yang menerjemahkan secara simultan ke dalam bahasa Inggris pergelaran wayang kulit tersebut. Acara tersebut diiringi World Saxophone Bapak Harry Wisnu, serta penyanti Rebecca Quento dan Gracia.

Kepala Divisi Pers dan Kebudayaan Kedutaan Jerman, Jirg Kinnen menyampaikan, "Saya suka. Saya sangat menikmatinya. Ada panduan yang sangat membantu untuk memahami jalan ceritanya."

Hal yang sama juga disampaikan Steven Barraclough dari Kedutaan Australia. Steven malah lebih paham karena mengerti bahasa Indonesia dan sedikit bahasa Jawa. (bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED