Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Apr 2017 10:45 WIB

TRAVEL NEWS

Kendala Wakatobi untuk Jadi Destinasi Kelas Dunia

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Foto: Pulau Tomia di Wakatobi (Hanani Fadlilah/dTraveler)
Foto: Pulau Tomia di Wakatobi (Hanani Fadlilah/d'Traveler)
Jakarta - Wakatobi tengah dikembangkan untuk menjadi destinasi kelas dunia. Tetapi ada sejumlah kendala yang harus dihadapi.

Wakatobi termasuk 1 dari 10 Destinasi Prioritas Pariwisata yang dicanangkan pemerintah. Berarti Wakatobi pun diarahkan untuk berkembang menjadi destinasi kelas dunia, di mana banyak turis asing juga akan berkunjung.

Namun memang masih banyak hal yang harus diperbaiki untuk bisa mencapai tujuan itu, seperti penerbangan langsung ke Wakatobi serta Bandara Matahora di Wakatobi yang kini belum menjadi bandara internasional.

"Aksesisibilitas, infrastruktur bandara belum sesuai menjadi internasional airport," ujar Bupati Wakatobi Arhawi dalam Launching Calendar of Event Wakatobi 2017 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis malam (20/4/2017).

Ke depannya, akan dilakukan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu, supaya pesawat yang lebih besar bisa mendarat di sana.

"Aksesibilitas kalau destinasi kelas dunia maka airport wajib kelas dunia. Runway tadi 24-36 pasti jadi 50," kata Arief.

Berikutnya adalah amenitas. Sebagai destinasi nasional tentu juga membutuhkan pembangunan amenitas yang terstandar pula. "Investasi untuk pembangunan amenitas juga perlu didorong untuk tumbuh bersamaan" ujar Arhawi.

Yang tak kalah penting adalah atraksi agar wisatawan tertarik berkunjung. Wakatobi tak bisa hanya mengandalkan pemandangan bawah laut yang juara, tapi perlu juga adanya atraksi di daratan untuk menghibur wisatawan.

"Wakatobi sudah memiliki keunggulan yg sangat kuat terutama sektor wisata bahari yang ditunjang keragaman cukup kaya. Yang jadi fokus pemda saat ini, membutuhkan support pendukung atraksi di darat termasuk kuliner dan cinderamata," jelas Arhawi.

Kemudian tentang Badan Otorita Pariwisata (BOP) di mana dibutuhkan lahan yang cukup luas. Menpar Arief menargetkan tersedia 300 hektar lahan di Wakatobi pada Juli nanti, yang akan dibangun seperti kawasan Nusa Dua di Bali.

"Beberapa bulan terakhir masalah BOP. Masalah BOP adalah tidak menjadi masalah. Beberapa bulan terakhir sudah berkomunikasi dengan masyarakat di Wakatobi, sekitar 75 hektar lahan tersedia. Kalau belom cukup dalam waktu depan akan melakukan langkah konkrit mencari lahan untuk BOP," papar Arhawi. (krn/aff)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED

Bromo Selalu Bikin Rindu

Sabtu, 19 Agu 2017 10:30 WIB

Mengutip istilah para backpacker, 'jangan mengaku traveler kalau belum pernah ke Bromo'. Kali ini saya memulai perjalanan dari Jakarta menuju Kota Malang.