Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 28 Apr 2017 10:25 WIB

TRAVEL NEWS

Bos AirAsia Puji Pariwisata Indonesia di Era Jokowi

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Foto: Tony Fernandes (Dana Aditiasari/detikFinance)
Foto: Tony Fernandes (Dana Aditiasari/detikFinance)
Bangkok - Ada banyak kebijakan pariwisata yang dibuat di bawah era Presiden Jokowi. Pujian pun dilontarkan oleh Tony Fernandes selaku CEO grup AirAsia.

Selama era pemerintahan Presiden Jokowi, berbagai kebijakan terkait pariwisata banyak bermunculan. Contohnya pun bervariasi, mulai dari kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) hingga pembangunan berbagai infrastruktur seperti bandara hingga akses jalan. Angka kunjungan wisatawan ke Indonesia pun terus dikejar dan diperhatikan.

Hal itu pun diapresiasi oleh CEO grup AirAsia, Tony Fernandes. Ditanya oleh detikTravel di sela acara World Travel & Tourism Council 2017 (WTCC) di Centara Grand and Bangkok Convention Centre, Kamis kemarin (26/4/2017), tanpa ragu Tony menjawab kalau pariwisata di Indonesia telah menunjukkan perkembangan di era Pemerintahan Presiden Jokowi.

"Tanpa ragu, pembangunan fisik infrastruktur, memberi lebih banyak visa dan langit yang lebih terbuka, saya rasa ia telah membantu perkembangan pariwisata, dan untuk pertama kali Anda dapat melihat berbagai kampanye dan promosi tentang Wonderful Indonesia," ujar Tony.

Sebagai CEO maskapai AirAsia, Tony sangat merasakan dampak positif dari berbagai kebijakan terkait pariwisata di bawah era Jokowi. Ditambahkan lagi oleh Tony, kalau pariwisata Indonesia tengah berkembang menuju arah yang lebih baik.

"Saya kira pariwisata di Indonesia untuk pertama kali mendapat perhatian dari pemimpinnya dan itu sangat membantu," puji Tony.

Dengan delapan rute domestik dan puluhan rute internasional, Tony pun mengatakan keinginannya untuk memperluas pasar AirAsia di Indonesia untuk tahuh ini. Antara lain lewat pembukaan rute baru seperti ke India hingga destinasi lain di Indonesia yang tidak kalah dengan Bali.

"Kami akan melakukan rute antar negara, kebanyakan internasional dan mengembangkan pasar baru di Indonesia, bersama dengan AirAsia X kami akan mengembangkan rute baru India yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, Mumbai, itu akan sangat menarik," ujar Tony.

Tony yang juga menjadi pembicara di WTTC 2017 juga menyorot tentang 'Open Sky' atau langit terbuka di ASEAN dan tantangannya. Indonesia yang merupakan bagian dari negara ASEAN pun diminta tidak usah ragu untuk membuka diri, karena akan ada banyak keuntungan yang diterima Indonesia. Khususnya dalam sektor pariwisata.

"ASEAN selalu menerapkan prinsip 'Open Sky', hanya saja ada banyak hal yang menghalangi penerbangan, ada banyak tantangan, ASEAN dan Indonesia pun akan diuntungkan oleh 'Open Sky'. Jadi tidak usah ragu, semuanya berjalan maju di Indonesia dan saya sangat optimis," ujar Tony. (rdy/krn)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED