Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Agu 2017 22:10 WIB

TRAVEL NEWS

25 Persen Turis ke Indonesia Naik AirAsia

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Foto: I Gde Pitana beserta Tony Fernandes, Memhub Budi, dan Dendy Kurniawan (Wahyu/detikTravel)
Foto: I Gde Pitana beserta Tony Fernandes, Memhub Budi, dan Dendy Kurniawan (Wahyu/detikTravel)
Jakarta - 25% Turis yang ke Indonesia rupanya diangkut oleh maskapai AirAsia. Itu menunjukkan pentingnya maskapai ini dalam mendukung pemerintah.

Data 25% jumlah wisatawan mancanegara (wisman) atau turis disumbangkan oleh maskapai AirAsia ini diungkapkan oleh I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pasar Pariwisata Mancanegara Kemenpar dalam acara 'Penyambutan Penerbangan Perdana Maskapai AirAsia Jakarta-Makau' di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Lebih lanjut, Pitana menjelaskan bahwa data ini berdasarkan perhitungan yang dilakukan sepanjang tahun 2016-2017 lalu. Maskapai AirAsia sendiri punya 25 rute internasional serta 9 rute domestik di Indonesia.

"Kalau kita hitung persentase, AirAsia menyumbang 25 persen dari seluruh jumlah wisman yang masuk ke Indonesia. Itu penyumbang wisman nomor satu di antara maskapai yang lain," ujar Pitana disambut tepuk tangan hadirin di lokasi acara, Senin (7/8/2017).

Sama seperti Menhub Budi Karya Sumadi, Pitana juga menyebut bhwa pasar Makau sangat potensial bagi Indonesia. Apalagi Makau dikenal juga sebagai hub dari kota-kota lain di sekitarnya.

"Kalau kita melihat Makau, jangan hanya Makau saja, tetapi juga Makau dan sekitarnya. Makau ini jadi tempat keluarnya orang-orang China dan kota-kota lain di bagian selatan. Sebagian lewat Hong Kong, sebagian lewat Makau. Orang bule juga banyak di sana. Dari Makau mereka bisa kemana-mana, ke Singapura, Malaysia, termasuk ke Indonesia," imbuh Pitana.

Pitana juga menyoroti pasar China yang terus tumbuh selama periode bulan Juni 2016-hingga Juni 2017. Tercatat pertumbuhannya sebesar 53 persen. Sedangkan untuk periode Januari-Juni tahun ini, kenaikannya mencapai 45 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun 2016 lalu.

Itu menunjukkan potensi China masih sangat besar. Tinggal bagaimana kita memancing ikan di kolam besar ini, sehingga makin banyak wisman China yang liburan ke Indonesia.

"Dari 122 Juta wisman China yang ke luar negeri, Indonesian baru kebagian 1 persennya saja atau sekitar 1,2 juta. Coba bayangkan kalau 2 persen, 5 persen, sudah berapa itu," tutup Pitana. (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED