Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 09 Sep 2017 15:55 WIB

TRAVEL NEWS

Kembangkan Desa Wisata, Kemenpar Dorong Homestay Dikelola Korporasi

Ardian Fanani
Redaksi Travel
Ilustrasi Menpar Arief di depan homestay Banyuwangi (Ardian/detikTravel)
Ilustrasi Menpar Arief di depan homestay Banyuwangi (Ardian/detikTravel)
Banyuwangi - Menteri Pariwisata Arief Yahya terus mendukung pengembangan homestay di kawasan desa wisata. Ia pun ingin homestay dikelola dengan manajemen korporasi.

Menurutnya, selama ini homestay dikelola kecil-kecilan atau koperasi akan susah memenangkan persaingan.

"Perlu dirubah dengan manajemen korporasi dengan memanfaatkan teknologi infoemasi. Dijual online nasional bahkan internasional. Jadi tidak hanya menarik turis nasional, namun turis asing bisa menginap juga," jelas Arief kepada sejumlah wartawan, Sabtu (9/9/2017).

Selain itu, Arief juga meminta kepada pemkab dan pihak perbankan untuk memberikan akses pembiayaan homestay. Ini, lanjut Arief, agar homestay milik measyarakat bisa berkembang.

"Paling penting, bangunan homestay harus menggunakan arsitektur nusantara. Kalau di Banyuwangi bisa menggunakan rumah Using. Biar kita ada kekhasannya," ujar Arief.

Menpar Arief Yahya di Banyuwangi (Ardian/detikTravel)Menpar Arief Yahya saat kunjungan kerja di Banyuwangi (Ardian/detikTravel)

Pada kesempatan tersebut Menpar sempat berpesan kepada pemilik homestay agar terus menjaga kebersihan dan keamanan lingkungannya, mengingat Desa Adat Kemiren kini telah menjadi destinasi pariwisata.

"Kenapa salah satunya saya bantu kloset, karena dalam pariwisata jargon 'Kalau ingin melihat kebersihan lingkungan, maka lihatlah toiletnya' itu berlaku. Untuk itu, jagalah kebersihan lingkungan terutama toilet," pesan Menpar.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan terima kasih kepada Kemenpar yang terus mendukung perkembangan wisata Banyuwangi. Di hadapan warga, Anas pun meminta agar terus menjaga kearifan lokal baik budaya maupun tradisi warga.

"Kita harus melestarikan keaslian tradisi dan kultur. Karena tradisi yang kita jalani sehari-ini justru menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan. Seperti orang membajak sawah, menanam padi, bahkan menampah padi itu jadi hal yang menarik turis," pungkas Anas.

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED