Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Sep 2017 17:50 WIB

TRAVEL NEWS

Jangan Tertipu Berita Hoax, Wisata di Bali Masih Aman

Prins David Saut
Redaksi Travel
Pura Tanah Lot di Bali (Derid/dTraveler)
Pura Tanah Lot di Bali (Derid/d'Traveler)
Denpasar - Gunung Agung masih berstatus siaga walau aktivitasnya terus meningkat. Meski begitu, kegiatan wisata di Bali dinilai masih aman.

Hal tersebut ditegaskan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di luar kawasan rawan bencana Gunung Agung, wisata di Bali masih aman.

"Adanya pemberitaan yang berlebihan, telah menyebabkan sebagian masyarakat takut berkunjung ke Pulau Bali. Bahkan masyarakat di Bali pun ada sebagian yang ikut panik," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada detikTravel, Jumat (22/9/2017).

Sutopo menyatakan pemberitaan yang berlebihan dan informasi hoax telah membuat kedutaan asing bertanya ke BNPB. Sehingga BNPB menyatakan wisata di Bali masih aman karena mayoritas objek wisata di Pulau Dewata berada jauh dari Gunung Agung.

"Tempat wisata di Bali seperti Tanah Lot, Uluwatu, Bedugul, Tampaksiring, Sanur, Nusa Dua, Nusa Penida dan Kuta dan lainnya aman. Lokasi wisata di daerah tersebut jauh dari Gunung Agung," ujar Sutopo.

"Aktivitas penerbangan normal jadi tidak ada alasan untuk khawatir dengan keselamatan berwisata di Bali," tambahnya.

BACA JUGA: Terkait Gunung Agung, Ini Imbauan Wisatawan yang Mau ke Bali

Oleh karena itu, BNPB menyatakan masyarakat bisa tetap menikmati keindahan Pulau Dewata. Pemerintah juga tidak akan tinggal diam untuk memberikan informasi yang valid dan terpercaya ketika ada ancaman terhadap masyarakat.

"Upaya menghadapi bencana tidak cukup dengan sekedar memberikan rambu-rambu atau papan informasi. Rencana dan sistem evakuasi bencana yang sudah dibuat perlu disosialisasikan dan dilatihkan terus menerus," ucap Sutopo.

"Akan lebih baik lagi jika bisa melibatkan wisatawan dengan komunikasi yang baik agar mereka tidak terganggu dan malah merasa aman, sehingga ketika bencana terjadi, maka seluruh aksi akan terjadi dimana pengambilan keputusan dilakukan secara cepat dan tepat pada keadaan darurat, termasuk perihal komunikasi saat krisis," pungkasnya. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED