Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Nov 2017 17:30 WIB

TRAVEL NEWS

Demi Budaya, Bandara Hasanuddin Makassar Gunakan Bahasa Daerah

Muhammad Bakri
Redaksi Travel
Foto: (Muhammad Bakri/detikTravel)
Foto: (Muhammad Bakri/detikTravel)
Maros - Ada yang baru di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (Shiam), Sulawesi Selatan. Pengumaman di bandaranya menggunakan bahasa daerah!

General Manager Angkasa Pura I, Cecep Marga Sonjaya mengatakan, penggunaan bahasa daerah ini masih tahap uji coba dan masih satu jenis bahasa daerah, yakni Bugis. Ke depannya akan dibuat dalam beberapa bahasa daerah lain di Sulawesi Selatan.

"Selain untuk menjaga budaya lokal, ini juga salah satu bentuk pelayanan kami. Karena, tidak semua calon penumpang yang datang mengerti bahasa Indonesia, apalagi bahasa Inggris," katanya saat ditemui, Selasa (21/11/2017).

Lebih jauh, Cecep mengungkapkan, rencananya, bahasa daerah yang digunakan akan berganti-ganti, mulai bahasa Bugis, Makassar, Toraja dan juga Palopo. Olehnya ia menggandeng pihak Dinas Kebudayaan, ikut merumuskan susunan kalimat yang tepat.

"Kalau kami yang susun sendiri nanti malah salah, makanya kami gandeng ahlinya. Di Sulawesi Selatan ini kan ada empat bahasa daerah yang besar, nanti kami akan ganti-ganti juga," terangnya.

Beberapa Inovasi pelayanan beberapa tahun terakhir ini, kata dia, membuat pihaknya mendapat penghargaan tingkat dunia, Most Improved Airport in Asia Pasific atau Bandara paling berkembang se Asia-Pasifik di Mauritius Afrika beberapa waktu lalu.

"Kalau dari Indonesia, hanya ada dua Bandara. Kami dan Bandara Gusti Ngurah Rai Bali. Penghargaan itu dari Airport Council International," sebutnya.

Selain bandara Sultan Hasanuddin, penerapan bahasa daerah dalam penyampaian informasi kepada calon penumpang, juga sudah dilakukan oleh Bandara Sam Ratulangi Manado dan Adi Sutjipto Yogyakarta.

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED