Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 22 Nov 2017 19:31 WIB

TRAVEL NEWS

Traveler Ancam Pipis di Lantai Pesawat, Pramugari Ini Resign

Bona
Redaksi Travel
Foto: (Reuters)
Foto: (Reuters)
Birmingham - Seorang traveler mengancam akan pipis di lantai ketika pesawat sedang take off. Kesal dengan perlakuan traveler tersebut, pramugari ini minta berhenti kerja.

Diintip detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (22/11/2017) sebuah pesawat Flybe terbang dari Birmingham menuju Amsterdam. Pesawat ini terpaksa kembali lagi ke Birmingham karena ada kejadian yang tidak mengenakan.

Seorang penumpang yang bernama Tabberner dan 3 temannya bersikap kasar dan 'agresif' selama penerbangan. Hal ini terlihat ketika pesawat take off, Tabberner memaksa untuk menggunakan kamar kecil atau lavatory.

Seorang awak kabin bernama Robyn Pascoe, mencegat aksi Tabberner. Pascoe meminta Tabberner untuk kembali ke kursinya sampai lampu sabuk tanda pengaman dipadamkan.

Namun Tabberner tetap berusaha untuk masuk ke kamar kecil. Tabberner bahkan mengancam akan pipis di lantai kalau tidak diperbolehkan untuk menggunakn kamar kecil.

Demi keselamat penumpang, sang awak kabin tetap memaksa Tabberner untuk kembali ke kursinya. Hal ini diungkapkan oleh Pascoe di persidangan.

Beberapa saat setelah lepas landas, Pascoe mengatakan bahwa kapten sudah memberikan tanda OK kepada awak kabin untuk pindah kabin. Kemudia Pascoe langsung menuju ke kamar kecil.

Setelah selesai menggunakan kamar kecil, Pascoe kaget karena ternyata Tabberner sudah berdiri di depan pintu kamar kecil.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa dia harus kembali ke tempat duduknya saat tanda sabuk pengaman masih menyala," Ujar Pascoe.

Tabberner tak menghiraukan perkataan Pascoe. Tabberner malah bertindak agresif dengan melambaikan tangan dan berteriak kepada Pascoe.

"Anda ke toilet, kenapa saya tidak?" bentak Tabberner kepada awak kabin.

Pascoe yang sudah menjadi awak kabin selama 7 tahun, merasa sangat terganggu dengan tindakan Tabberner. Pascoe mengklaim bahwa perilaku Tabberner membuatnya sangat cemas sehingga akhirnya dia berhenti dari pekerjaannya setelah 7 tahun di udara.

Tabberner akhirnya kembali ke tempat duduknya, setelah dilerai oleh awak kabin lainnya. Tabbener pun mengatakan bahwa ia benar-benar ingin menggunakan toilet, bahkan rasanya ingin meledak sejak pesawat boarding.

Tabberner juga mengklaim bahwa dia meminta maaf kepada sesama penumpang begitu kapten mengumumkan bahwa pesawat tersebut menuju ke Birmingham. Dia dan teman-temannya dikawal dari pesawat oleh polisi, menurut Birmingham Mail, Australian news, dan Fox news.

Meskipun demikian, hakim mendapati Tabberner bersalah dan memintanya untuk membayar denda sebesar USD 2.700 atau Rp 36.000.000 untuk biaya pengadilan dan kompensasi. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED