Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Feb 2018 09:50 WIB

TRAVEL NEWS

Peduli Bumi Cendrawasih, Akan Hadir Festival Puncak Papua

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Ilustrasi gunung di Papua (Afif/detikTravel)
Ilustrasi gunung di Papua (Afif/detikTravel)
Jakarta - Bumi Papua masih jadi sorotan, khususnya terkait Asmat. Bagi Anda yang ingin mengenal lebih tentang Papua, bisa mampir ke Festival Puncak Papua tahun ini.

Lewat siaran pers yang diterima detikTravel, Rabu (21/2/2018), Organisasi Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri dan Indonesia Mengajar (IM) berencana menggelar Festival Puncak Papua (FPP) yang diadakan pada medio April-Mei 2018. Kegiatan itu akan hadir untuk meningkatan mutu pendidikan, kesehatan, hingga menginisiasi kegiatan penjelajahan di generasi muda Indonesia.

Sejatinya, festival yang diadakan di wilayah Kabupaten Bintang, Papua ini akan dimulai dengan pagelaran seni dan budaya, hingga ekspedisi pendakian Puncak Mandala (4.760 mdpl) dan Puncak Yamin (4.500 mdpl).

"Sebagai implementasi dari tema kegiatan FPP, Kami juga akan melakukan kegiatan live in dengan fokus pelatihan guru, peningkatan mutu kesehatan, hingga pendataan lingkungan dan sosio-antropologi. Di samping itu akan dilakukan pelatihan seputar budidaya apotek hidup, manajemen keuangan desa hingga pendokumentasian dari seluruh kegiatan," ujar Ketua Umum Wanadri, Andi Angga Kusumah di Jakarta, Selasa (20/2).

Wanadri di Puncak Gunung Mandala, Papua (istimewa)Wanadri di Puncak Gunung Mandala, Papua (Wanadri)

Andi menambahkan, demi menyukseskan gelaran Festival Puncak Papua, Wanadri telah bekerjasama dengan organisasi nirlaba yakni Indonesia Mengajar (IM) yang selama ini memiliki konsentrasi pada kegiatan peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia (SDM).

"Semoga apa yang kami lakukan bisa menginisiasi pemuda-pemudi Indonesia untuk terus berkontribusi kepada negara, terlebih pada upaya peningkatan mutu pendidikan, kesehatan dan penjelajahan alam," imbuh Andi.

Ekspedisi Puncak Yamin

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Festival Puncak Papua, Dzaki Tirta mengatakan, dimasukkannya 2 kegiatan ekspedisi pendakian besar dalam rangkaian FPP dimaksudkan guna membuka ruang informasi yang seluas-luasnya terkait potensi kewilayahan di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Sebab, hingga kini belum terdapat informasi yang detail perihal Puncak Yamin lantaran gunung ini belum pernah didaki.

"Ekspedi Puncak Yamin akan menjadi ekspedisi perintisan jalur pertama menuju Puncak Yamin dan menghabiskan waktu 16 hari untuk 1 gunung ini sendiri. Selain itu, ekspedisi ini juga membawa semangat nasionalis untuk mengukuhkan nama Puncak Yamin yang diambil dari nama Pahlawan M. Yamin, yang mana di luar Indonesia kebanyakan orang mengenal puncak ini dengan nama Prins Henrik Top," tutur Dzaki.

Sementara itu, Haiva Mudzaliva, Direktur Indonesia Mengajar mengajak sebanyak mungkin orang untuk terlibat mendukung pendidikan di tanah Papua.

"Kita semua punya mimpi yang besar untuk masa depan pendidikan di Papua dan optimisme untuk bisa mewujudkannya bersama-sama," tutur Haiva.

Indonesia Mengajar dan Wanadri sama-sama memiliki pengalaman bekerja di Pegunungan Bintang. Indonesia mengajar telah mengirimkan 3 angkatan Pengajar Muda di kabupaten Pegunungan Bintang, sedangkan Wanadri adalah organisasi pencinta alam yang berhasil mengirimkan tim ekspedisi dari Indonesia yang pertama mencapai puncak Gunung Mandala.

Festival Puncak Papua menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia yang memiliki semangat pendidikan untuk memajukan pendidikan dan ingin pergi bertualang di tanah timur Indonesia Papua.

Festival Puncak Papua membuka akses untuk pendidikan dan pariwisata di pegunungan Bintang Papua. Dari segi masyarakat lokal, terutama anak-anak, semakin terinspirasi dan semangat belajar untuk meraih cita-cita karena bertemu dengan banyak petualang dari berbagai macam latar profesi. (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED