Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 23 Feb 2018 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

'Hotel' Pertama di Luar Angkasa Siap Beroperasi 2019

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Foto: Ilustrasi International Space Station (ISS) (AFP/GETTY IMAGES)
Foto: Ilustrasi International Space Station (ISS) (AFP/GETTY IMAGES)
Moskow - Rusia berencana membuat 'hotel' pertama di luar angkasa. Tarifnya nggak main-main, sekali trip ke sana butuh uang US$ 100 juta (setara Rp 1,3 Triliun).

Traveling ke luar angkasa kini bukan angan-angan lagi. Terutama semenjak Elon Musk berhasil meluncurkan roket terkuat Falcon Heavy milik perusahaan Space-X. Banyak perusahaan serupa yang berminat untuk mengembangkan teknologi seperti itu.

Energia, sebuah perusahaan antariksa dari Rusia bahkan punya ide yang lebih gila lagi. Mereka akan membuka 'hotel' pertama di luar angkasa. Tentu, hanya orang-orang super kaya yang bisa mendapatkan pengalaman ini.

Itu karena harga paket wisata dari Energia bisa bikin mata melotot dan mulut menganga. Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Jumat (23/2/2018), perjalanan wisata ke luar angkasa selama kurang lebih 10 hari ini dibanderol sebesar US$100 juta (setara Rp 1,3 Triliun) per orang.

Nantinya, turis yang beruntung akan mendapatkan pengalaman berharga berjalan di luar angkasa. Bahkan, kamu bisa membuat film atau juga video klip. Energia berencana meluncurkan proyek mereka ini di tahun 2019.

"Kami sedang mendiskusikan kemungkinan untuk mengirim turis berjalan di luar angkasa. Analis pasar kami mengonfirmasi ada orang super kaya yang bersedia membayar untuk pengalaman ini. Para turis bisa keluar dan berjalan di luar angkasa, serta membuat film atau video klip," kata Vladimir Solntsev, CEO Energia seperti dikutip dari Tabloid Komsomolskaya Pravda.

Ilustrasi desain kapsul NEM-2 (dok. Energia)Ilustrasi desain kapsul NEM-2 (dok. Energia)


Energia, sedang membangun kapsul baru NEM-2 yang nantinya akan berfungsi jadi 'hotel' untuk para traveler. Kapsul ini bisa diisi 4-6 orang turis. 'Hotel' ini dijamin sangat nyaman, dengan 2 toilet dan juga akses internet.

"Pada dasarnya, hotel ini akan sangat nyaman, senyaman mungkin meski di luar angkasa," lanjut Solntsev.

Solntsev menyebut perusahaan Boeing tertarik untuk bekerja sama dalam proyek ini. Energia sendiri adalah perusahaan di balik peluncuran astronot pertama di luar angkasa, Yuri Gagarin di tahun 1961.

Berwisata ke luar angkasa memang bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, di tahun 2009, ada pengusaha Guy Laliberte yang menghabiskan waktu 2 minggu di International Space Station (ISS).

Lalu, pada 2006 ada pebisnis keturunan Iran-Amerika bernama Anousheh Ansari yang jadi turis wanita pertama di luar angkasa di tahun 2006 silam. Menarik untuk menantikan siapakah turis berikutnya yang mampu 'piknik' ke luar angkasa? (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
d'Traveler Jelajahi Indonesiamu

Menelusuri Hidden Gem di Bali

Senin, 20 Agu 2018 14:15 WIB

Bali merupakan tempat wisata favorit wisatawan domestik dan mancanegara. Masih banyak tempat wisata di sana yang belum banyak orang tahu lho!