Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Mar 2018 18:15 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga Uno, Sampah Teluk Jakarta & Wisata Kepulauan Seribu

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Suasana talkshow di Deep and Extreme 2018 (Randy/detikTravel)
Suasana talkshow di Deep and Extreme 2018 (Randy/detikTravel)
Jakarta - Wakil Gubernur Sandiaga Uno jadi pembicara di talkshow hari pertama Deep and Extreme 2018. Ia pun bicara sampah di Teluk Jakarta dan wisata Kepulauan Seribu.

Semenjak menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakrta, Kepulauan Seribu di Utara Jakarta menjadi salah satu fokus utama dari Sandiaga Uno. Bahkan pria yang akrab disapa Sandi ini sampai berkantor di Kepulauan Seribu pada akhir Desember tahun 2017 lalu.

BACA JUGA: Sandi Ingin Kep Seribu Seperti Maldives, Punya Resor Kelas Dunia

Selain mengembangkan SDM dan infrastruktur, Sandi juga fokus akan pengembangan wisata di Kepulauan Seribu.

"Untuk memacu peran perekonomian, arahan dari Pak Gubernur (Anies Baswedan) kita fokus pengembangan pulau-pulau yang diperuntukkan bagi wisata umum dan pulau lainnya untuk wisata khusus, wisata alam, dan wisata bahari," kata Sandi di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Namun tidak semudah membalikkan telapak tangan, Sandi juga harus membersihkan Teluk Jakata yang dikepung oleh sampah. Soalnya, Teluk Jakarta merupakan pintu gerbang untuk berwisata ke Kepulauan Seribu.

Sandiaga Uno dalam talkshow Deep and Extreme 2018 di JCC (Randy/detikTravel)Sandiaga Uno dalam talkshow Deep and Extreme 2018 di JCC (Randy/detikTravel) Foto: (Randy/detikTravel)


Hadir sebagai pembicara dalam talkshow bertema 'Menjawab Tantangan Teluk Jakarta Bersih: Siapa Takut?' di main stage Deep and Extreme 2018, Sandi mengungkapkan kalau pihak Pemprov DKI akan fokus pada 3 hal utama terkait pengelolaan sampah di Teluk Jakarta.

"Kami fokus pada 3 hal saja, kolaborasi, edukasi dan action. Saya lebih mendorong kita kolaborasi, do action-able action," ujar Sandi.

Lebih lanjut, Sandi juga menceritakan upaya Pemprov DKI untuk mengedukasi masyarakat di Kepulauan Seribu. Khususnya untuk soal pengolahan sampah.

"Edukasi penduduk di Kepualauan Seribu, bukan cuma di darat. Kita baru 3 tahun meremunerasi pengolahan sampah. Sebelumnya dipegang bermacam-macam stakeholder. Nanti di Kepulauan Seribu kita dorong begitu," ujar Sandi.

Sandi hadir bersama pembicara lain (Randy/detikTravel)Sandi hadir bersama pembicara lain (Randy/detikTravel) Foto: (Randy/detikTravel)


Selain lebih sadar lingkungan, Sandi ingin agar masyarakat di Kepulauan Seribu dapat mengolah sampah mereka sendiri sehingga tidak bertebaran di laut.

"Kita lagi meneydiakan kapal pengangkut sampah, ada 33 unit. Kita maunya agar Kepulauan Seribu mandiri secara ekonomi dan ekosistem, environmentally independent," papar Sandi.

Sandi juga mengungkapkan, Kepulauan Seribu merupakan 1 dari 10 destinasi prioritas yang diusung oleh Kemenpar. Dalam waktu dekat, Sandi juga mengajak traveler untuk ikut serta dalam Festival Pulau Tidung.

"Ada Festival Pulau Tidung, mungkin akan kita batasi hingga 200-250 peserta. Biathlon, tracknya menarik karena menghindari terumbu karang," ujar Sandi.

Tentu Sandi ingin menata Kepulauan Seribu agar menjadi magnet bagi wisatawan. Semoga Kepulauan Seribu makin cantik dan bersih dari sampah. (bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED