Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 22 Apr 2018 16:15 WIB

TRAVEL NEWS

Ikuti Tren, Cara Museum Tetap Eksis Diminati Pengunjung

Shinta Angriyana
detikTravel
Foto: Pelajar berkunjung ke Museum Nasional (Agung Pambudhy/detikFoto)
Foto: Pelajar berkunjung ke Museum Nasional (Agung Pambudhy/detikFoto)
Jakarta - Tempat penyimpanan benda bersejarah, tidak selamanya memiliki kesan 'jadul'. Mereka memiliki cara tersendiri untuk tetap eksis, yaitu harus mengikuti tren.

Salah satu faktor utamanya, edukasi, juga menjadi aspek utama. Dengan menyasar anak-anak sekolah, museum dipercaya dapat menjadi platform untuk mendapatkan pengetahuan denhan cara yang berbeda.

"Jadi artinya kan pengembangan tadi diedukasi, dan edukasi pun sekarang sebenarnya kita lagi gencar-gencarnya bagaimana aktivitas anak sekolah seperti contohnya yang disampaikan pak menteri belajar full-day. Sebenarnya kan fullday yang dimaksud beliau itu pembelajaran tidak semata-mata monoton di dalam kelas, jadi gimana bersinergi sekolah dengan museum," ujar Dedah Rufaedah Sri Handari, Kasubdit permuseuman Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman di acara 'Night at the Museum' Museum Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (21/4/2018) malam.



Selain itu, dengan memberikan unsur edukasi sebagai fondasi utama, museum juga diharapkan memberikan interaksi dengan pengalaman yang diberikan kepada pengunjung.

"Makanya kita juga ada kids corner, sabtu minggu misalnya mereka bisa belajar gamelan, gimana mereka punya experience. Gimana mereka datang dan pulang ada experience yang mereka rasakan," ujarnya.

"Contoh mungkin Starbucks bilang kita tidak jual kopi, kita jual pengalaman. Kan sama, museum juga tidak menawarkan tata pamer, tapi juga menawarkan bagaimana mereka dapat experience di sini. Insya Allah tidak hanya gamelan, tetapi hal lain. Tinggal memanggil guru yang ahli dan bekerjasama dengan museum," tambahnya.



Bukan cuma itu saja, museum saat ini juga diharapkan dapat menyampaikan edukasi lewat platform digital.

"Kedekatan hp (gadget) dengan seseorang yang itu kita coba juga sehingga lomba mengemas ulang tahun museum itu dengan berbagai cara. Seperti selfie dan vlog itu kan lagi tren, sekarang kita terapkan," tambahnya.

Selain itu, dengan media ini juga diharapkan bahwa masyarakat juga dapat memberikan edukasi kepada orang lain melalui hasil digital yang diperoleh,

"Jadi supaya apa yang mereka genggam itu juga bermanfaat untuk memasarkan museum kita. Jadi akhirnya secara tidak langsung mereka membuat vlog mengikuti museum Nasional mereka memasarkan budaya ke luar, dan memberikan motivasi kepada orang lain," tandasnya.

(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED