Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Mei 2018 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Pakai Alat Makan Plastik di Kepulauan Ini Bisa Kena Denda

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Foto: Kepulauan Tremiti di Italia (irene.ira/isole_tremiti/instagram)
Foto: Kepulauan Tremiti di Italia (irene.ira/isole_tremiti/instagram)
Foggia - Demi menjaga lingkungan, kepulauan yang jadi destinasi favorit di Italia mengeluarkan aturan baru. Turis di sana dilarang memakai peralatan makan dari plastik.

Isole Tremiti alias Kepulauan Tremiti berlokasi di Provinsi Foggia, Italia. Kalau dari Roma jaraknya sekitar 340 km. Tremiti ini termasuk salah satu destinasi wisata yang digemari turis di Italia.

Belum lama ini, pemerintah setempat mengeluarkan aturan baru. Dikutip detikTravel dari The Local Italy, Kamis (3/5/2018), untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah semakin banyaknya sampah, traveler yang berkunjung ke Tremiti dilarang menggunakan peralatan makan plastik disposable alias sekali pakai.

Aturan ini berlaku terhitung mulai 1 Mei 2018. Wali kota setempat, Antonio Fentini, segera mengusulkan peraturan tersebut setelah para peneliti menemukan bahwa konsentrasi mikroplastik di perairan sekitar kepulauan telah mencapai jumlah yang mengkhawatirkan.

Terdapat 2,2 benda plastik per meter kubik air, jauh dari jumlah normal yaitu 0,52. Kebanyakan merupakan kandungan plastik polyethylene yang umumnya digunakan untuk membuat kantong plastik, botol dan wadah lainnya.

BACA JUGA: Pulau Terindah Filipina akan Ditutup Demi Jaga Lingkungan

Traveler tidak diperkenankan menggunakan peralatan makan plastik sekali pakai seperti gelas, piring, sendok, garpu sampai sedotan selama wisata di sini. Kalau ketahuan melanggar bisa kena denda yang besarnya berkisar Euro 50 (Rp 836 ribu) sampai Euro 500 (Rp 8,36 juta).

Seperti diberitakan The Sun, karena tak boleh menggunakan plastik yang sulit terurai, traveler yang ingin piknik di pantai disarankan menggunakan peralatan makan reusable yang bisa dipakai berulang-ulang, serta bahan biodegradable yang mudah didaur ulang.

BACA JUGA: Inikah Pemandian Air Panas Terindah Dunia?

Untuk botol minum kemasan plastik sendiri sekarang belum termasuk dilarang. Namun ke depannya diusahakan untuk penggunaannya bisa beralih ke botol kaca.

Ditengok dari Independent, sebenarnya sampah plastik di perairan sekitar Kepulauan Tremiti tidak seluruhnya berasal dari warga dan turis di sana. Melainkan sampah yang terbawa arus dari daerah lain.

Wali Kota Tremiti pun mengajak pemerintah daerah lainnya untuk ikut memberlakukan larangan menggunakan peralatan makan plastik sekali pakai. Ia berharap semakin banyak orang yang peduli dengan kebersihan dan kelestarian lingkungan. Jangan sampai pulau yang indah tak lagi lestari gara-gara sampah plastik. (krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED