Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 27 Jun 2018 12:12 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Mengharukan, Gadis Tolong Traveler Bisu, Buta & Tuli

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto: Gadis dengan bahasa isyarat (Lynette Scribner/Facebook)
Foto: Gadis dengan bahasa isyarat (Lynette Scribner/Facebook)
Boston - Kebaikan ada di mana-mana, tidak terkecuali di pesawat. Ini kisah mengharukan seorang gadis 15 tahun yang menolong penumpang bisu dan buta tuli di pesawat.

Bayangkan bagaimana rasanya terbang seorang diri dengan gangguan bicara, penglihatan dan pendengaran. Itulah yang dialami oleh Tim, seorang traveler bisu dan buta tuli yang terbang seorang diri dari Boston ke Los Angeles.

Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, Tim yang saat itu tengah menaiki maskapai Alaska Airlines mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan pramugari serta penumpang di sekitarnya.

Beruntung, ada seorang gadis berumur 15 tahun bernama Clara Daly yang bisa berkomunikasi dengan Tim. Kisah menyentuh itu pun pertama kali diposting lewat Facebook oleh penumpang bernama Lynette Scribner yang duduk tak jauh dari Tim.

Dilihat detikTravel dari laman Facebook Lynette, Rabu (27/6/2018), Clara berhasil berkomunikasi dengan Tim melalui genggaman tangannya. Satu-satunya bahasa yang dimengerti oleh Tim.

Sebelumnya pihak pramugari telah mencoba berbagai hal untuk berkomunikasi dengan Tim, tapi gagal. Bahkan penumpang di samping Tim juga membantunya mengambilkan makanan serta kopi, hingga menemaninya ke toilet.

Namun semua upaya itu seakan tidak cukup, sampai akhirnya Clara datang untuk membantu Tim. Diceritakan oleh Lynette, Clara ternyata mengerti bahasa isyarat.

"Clara mempelajari ASL (American Sign Language - red) karena ia memiliki disleksia (gangguan baca tulis - red) dan itu merupakan bahasa termudah baginya untuk belajar," tulis Lynette.

Mendapati kondisi tim, Clara pun menemaninya selama penerbangan. Mereka pun sempat bercanda satu sama lain lewat sentuhan tangan.

"Tim dapat membaca bahasa tangan Clara, dan mereka mengobrol secara animasi. Ketika Tim bertanya apakah Clara cantik, ia pun malu dan tertawa di sampingnya," ujar Lynette.

Melihat kedekatan Clara dan Tim, membuat Lynette terharu. Namun, ia lebih tersentuh akan kebaikan orang-orang asing yang satu pesawat dengannya untuk menolong Tim.

"Saya tidak tahu kapan terakhir melihat begitu banyak orang yang saling lomba untuk membantu orang lain. Kami semua yang berada di bangku tengah saling tertawa dan tersenyum ketika melihat Tim dapat berkomunikasi dengan Clara," ungkap Lynette.

Pada akhirnya Lynette menutup ceritanya di Facebook, masih ada banyak orang baik di dunia. Terlepas dari kondisi zaman sekarang yang tidak menentu.

"Ini merupakan pengingat yang manis, terutama di zaman ini yang dipenuhi banyak hal mengerikan. Bahwa masih ada orang baik yang berupaya untuk membantu orang lain," tutup Lynette.

Kisah Tim dan Clara pun mendadak viral usai diunggah oleh Lynette. Kini pihak maskapai Alaska Airlines tengah berupaya untuk mengontak keduanya serta teman-teman sebangkunya seperti diberitakan Metro Inggris. (sna/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA