Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Jul 2018 15:35 WIB

TRAVEL NEWS

Geopark, Jalan Baru Tingkatkan Ekonomi dan Pariwisata

Syanti Mustika
detikTravel
Konfrensi Nasional 1 Geopark Indonesia (Syanti/detikTravel)
Konfrensi Nasional 1 Geopark Indonesia (Syanti/detikTravel)
Jakarta - Geopark menjadi fokus tersendiri dalam pengembangan wisata. Butuh langkah dan konsep khusus untuk peningkatan nilai ekonomi dan wisata.

Kemenko Kemaritiman bersama Bappenas, Kementrian LHK, Kemendikbud, Kemenpar, Kemenrian SDM mengadakan konferensi nasional geopark. Kegiatan bernama Konfrensi Nasional 1 Geopark Indonesia dilaksanakan di Gedung Bappenas, Kamis (12/7/2018).

Salah satu yang dibahas adalah kebijakan investasi yang mendukung geopark Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Thomas Trikasih Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Tidak dipungkiri geopark sangat berpengaruh dalam peningkatan ekonomi. Berkaca kepada China, geopark mereka bisa dikunjungi sampai 500 juta wisatawan pertahunnya. Melihat itu pelestarian kawasan geopark berpengaruh pada ketertarikan investor asing," ungkap Thomas.

Sudut pandang ekonomi kreatif juga disampaikan Deputi Riset dan Pengembangan Abdur Rihim Boy Berawi. Abdur mengungkapkan bahwa geopark butuh brand atau ciri khas tersendiri.


Bangga! Pulau Jawa Peringkat Pertama Versi 'Travel and Leisure', Tonton videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]



"Berkaca kepada destinasi populer di dunia seperti Venice yang memusatkan diri sebagai pusat festival seni dunia, kita juga harus berkonsep seperti itu. Butuh branding, butuh ciri khas dan keunikan," kata Abdur.

Sesi diskusi ini juga dihadiri oleh Dadang Rizki Ratman, Deputi Percepatan Destinasi Pariwisata. Dadang menyampaikan geopark merupakan wisata alam yang berpengaruh di Indonesia.

"Geopark merupakan salah satu wisata alam yang penting. Untuk meningkatkan wisata tentu kita butuh nilai ekonomi. Caranya adalah kita harus membranding diri sehingga memiliki nilai jual di pasaran. Nilai inilah yang dilihat wisatawan untuk datang bahkan berinvestasi," ujar Dadang.

Indonesia memiliki 11 geopark yang terdiri dari 4 kawasan geopark yang diakui UNESCO dan 7 kawasan geopark nasional.

"Selain branding kita juga harus melengkapi fasilitas demi kenyamanan pengunjung. Atraksi pun harus kita perbanyak dan lengkap, supaya nilai ekonominya semakin meningkat. Pengembangan geopark ini diharapkan memang berkelanjutan nantinya," tutup Dadang. (sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED