Destinasi Domestik Jadi Sasaran Utama Tiket.com Gaet Pelanggan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Destinasi Domestik Jadi Sasaran Utama Tiket.com Gaet Pelanggan

Shinta Angriyana - detikTravel
Jumat, 27 Jul 2018 19:10 WIB
Tiket.com (Shinta/detikTravel)
Denpasar - Dengan berbagai pilihan tempat liburan, Tiket.com punya sasaran utama membidik destinasi domestik. Potensi pelanggannya sangat besar.

Seperti yang diutarakan oleh Gaery Undarsa, Chief Marketing Officer and Co-founder tiket.com, bahwa sejumlah tempat yang memiliki pelanggan paling banyak adalah sejumlah kota besar di Indonesia. Ini adalah salah satu alasan, mengapa Tiket.com makin serius menambah potensi pasar dalam negeri.

"Marketnya yang gede Jakarta, Bandung, Surabaya, kota besar. Secara volume Bali juga jadi tujuan utama, begitu juga Surabaya yang banyak orang business trip di sana, pasar besar pun ada di domestik" ujarnya sata ditemui dalam peresmian kantor baru Tiket.com di Bali, Jumat (27/7/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, berbagai wilayah juga memiliki volume jenis tiket yang dipilih. 2 terbesarnya adalah pesawat dan hotel.



"Pesawat 3 kali lipat dari tahun lalu. Top agent di Indonesia untuk airline. Begitu pun hotel, kita ada partnership bersama ribuan hotel di Indonesia," tambah Gaery.

Destinasi Domestik Jadi Sasaran Utama Tiket.com Gaet PelangganFoto: (Shinta/detikTravel)


Gaery mencontohkan, Bali menjadi salah satu yang terbesar. Sebelumnya, Jakarta di posisi pertama. Namun kini sudah tergantikan oleh Bali.



"Tapi kita lihat mulai 2016 hotel kita sangat tinggi di Bali, drastis, dari tahun lalu growth nya 8 kali lipat dari tahun lalu secara keseluruhan. Pertumbuhan paling kencangnya di hotel," ucapnya.

Menurutnya, ini juga dikarenakan branding Tiket.com yang menghadirkan kesan baru dan fresh. Branding ini menyasar sejumlah platform baik digital maupun konvensional.

"Pasar kita juga naik dari 46 persen ke 85 persen selama 3 bulan. Makassar juga misalnya, sebelum branding hanya 20 persen (marketnya) naik ke 80 persen karena offline branding," tambahnya. (sna/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads