Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 18 Agu 2018 16:54 WIB

TRAVEL NEWS

Penerbangan Internasional Jadi Kado HUT RI untuk Danau Toba

Mustiana Lestari
detikTravel
Water salute untuk penerbangan internasional perdana di Silangit (Kemenpar)
Water salute untuk penerbangan internasional perdana di Silangit (Kemenpar)
Jakarta - Penerbangan langsung internasional Malindo Air perdana di Bandara Internasional Silangit menjadi kado indah buat Danau Toba. Sebab, ini untuk pertama kalinya penerbangan internasional mendarat di Silangit dan bertepatan dengan HUT ke-73 RI.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh, yakin pertumbuhan Bandara Silangit akan berjalan cepat.

"Flight perdana Malindo Air ini sukses. Setelah agenda hari ini, rute Subang-Silangit pasti akan tumbuh dengan cepat. Apalagi, seiring branding besar untuk menarik minat passenger. Dengan potensi besar yang dimiliki oleh destinasi Danau Toba, keterisian flight Malindo Air pasti akan terus naik," terang Masruroh dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/8/2018).


Dalam penerbangan perdana ini, Malindo Air melalui Tim Lion Group juga menyertakan sembilan media Malaysia. Hal tersebut dipilih untuk menambah gema keeksotisan destinasi Danau Toba di Negeri Jiran.

Sementara Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Sumarni mengatakan, destinasi Danau Toba menjadi poros internasional yang menjanjikan.

"Rute internasional dengan destinasi Danau Toba akan bagus. Sebab, atraksi di destinasi Danau Toba ini luar biasa. Nature dan culture sama kuatnya. Kami optimistis rute ini akan tumbuh bagus dan memberi benefit bagi semua sektor," tutur Sumarni.

Bandara Silangit resmi terhubung dengan mencanegara, apresiasi pun diberikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar pun menyambut kehadiran Malindo Air sebagai pelopor pintu udara mancanegara Bandara Silangit.

"Kami ucapkan selamat datang kepada Malindo Air di Bandara Silangit. Moment ini sangat penting. Kami optimistis poros Silangit-Subang akan menjadi rute bisnis menjanjikan di masa mendatang," sebut dia.

Di lain pihak Direktur Utama Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan pesawat Malindo Air bernomor OD 360 ini membawa 38 penumpang dengan load factor factor 52% dari Bandara Sultan Abdul Aziz Shah, Subang, di pinggir Kota Kuala Lumpur, Malaysia.

"Kehadiran Malindo Air menjadi momen bersejarah. Apalagi, bertepatan dengan HUT ke-73 RI. Kehadiran Malindo Air ini akan bagus bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran mereka ini akan memberikan efek positif di semua sektor," ungkap Arie.


Sambutan terbaik diberikan bagi wisatawan yang terbang langsung dari mancanegara. Ketika mendarat, pesawat Malindo Air OD 360 disambut dengan water canon salute.

Saat pintu pesawat dibuka, musik khas Gondang Batak pun terdengar. Begitu para wisatawan turun, Tarian Hatta Sopisik yang dibawakan Komunitas Seni Budaya Kreatif Tobasa disajikan. Tarian ini bercerita tentang ikatan janji sepasang kekasih. Mereka sepakat tidak ingkar janji. Setelah setuju, lalu menari bersama.

"Destinasi Danau Toba ini kaya dengan budaya, selain alamnya yang eksotis. Yang jelas, kami gembira karena semua lancar. Proses pengurusan administrasi juga bagus. Sistem di Bandara Silangit berjalan sesuai harapan," terang Ari.

Station Manager Malindo Air Silangit Yudha Nugraha mengatakan publik memberikan respons. Menggunakan pesawat ATR72-600 dengan kapasitas 72 seats, rata-rata keterisian sudah mencapai sedikitnya 40% dalam sepekan ke depan. Hal ini menunjukkan progres pasar sangat positif karena durasi waktu open sale sangat sigkat. Pemesanan tiket secara onlinenya melalui www.malindoair.com.

"Semua sesuai skenario. Flight perdana sangat menjanjikan. Sebab, durasi waktu pejualan tiket sangat pendek. Hanya sekitar dua pekan saja, sejak awal Agustus ini. Namun, destinasi Danau Toba ini sudah familiar di Malaysia. Para wisatawan juga senang dengan alam dan budaya di Toba. Kami optimis, keterisian tempat duduk akan terus bertambah," ujar Yudha.

Dia mengatakan untuk persiapan rute baru, Malindo biasanya membutuhkan waktu sekitar bulan untuk open sales.

Hal serupa saat ini dilakukan oleh AirAsia yang akan memulai penerbangan perdananya pada 28 Oktober. AirAsia menghubungkan Bandara Internasional Kuala Lumpur 2, Malaysia, dengan Bandara Silangit. Yudha melanjutkan, layanan terbaik akan diberikan Malindo Air bagi para wisatawan.

"Kami akan memberikan pelayanan prima kepada wisatawan. Keramahtamahan akan selalu ditonjolkan. Sebab, keramahan memang menjadi budaya masyarakat di sini. Kami berharap, dengan berbagai fasilitas kenyamanan yang diberikan akan semakin membuat wisatawan betah berada di sini," lanjut Yudha.

Resmi melayani rute Subang-Silangit, Malindo Air memiliki frekuensi penerbangan empat kali sepekan. Flightnya dilakukan Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan dari Subang pukul 13.45 waktu setempat. Harga tiketnya RM 189. Untuk rute Silangit-Subang dilayani setiap pukul 14.50 WIB. Tiketnya dibanderol dengan nominal Rp 549 ribu.



Tonton juga video: 'Semalam di Danau Toba Rasa Jakarta'

[Gambas:Video 20detik]

(mul/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA