Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 20 Sep 2018 18:20 WIB

TRAVEL NEWS

Ekowisata di Border Area Kepulauan Riau Akan Dikembangkan

Rizki Ati Hulwa
detikTravel
Danau Biru Bintan/ Foto: (faridalubis/dTraveler)
Danau Biru Bintan/ Foto: (faridalubis/d'Traveler)
Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemprov Kepri kini fokus pada pengembangan produk ekowisata di border area Kepulauan Riau (Kepri). Action-nya pun sudah dimulai dari Focus Group Discussion (FGD) di Swiss Bell Hotel Batam pada Rabu (19/9).

Kini, pemerintah akan fokus pada target jangka pendek dan menengah, yakni membahas upaya pengembangan produk ekowisata.

"Hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa," ucap Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki Handayani dalam keterangannya, Kamis (20/09/2018).


Rizki mengatakan, skenario dari awal memang FGD akan menghasilkan output produk ekowisata yang keren, sustain, punya destinasi kelas dunia, punya nama besar seperti Plataran L'harmonie Menjangan di Bali Barat. Juga masuk dalam 100 top destinasi hijau dunia.

"Harus segera mencari sesuatu yang baru, jangan sampai Singaporean dan ekspatriat Singapura jenuh. Apalagi selain Batam-Bintan? Selain kulineran dan belanja?," jelas dia.

Dikatakannya, jika Kepri mengambil konsep theme park, isunya sudah kadaluarsa. Wisata jenis man made sudah lebih dulu diambil Singapura dan Johor di Malaysia.

"Solusinya adalah ekowisata. Sangat mungkin bisa dijual ke Singapura dan Malaysia, apalagi destinasinya bisa dicapai dalam 1-3 jam via laut. Ini bisa jadi role model destinasi wisata berbasis hutan produksi," lanjut Rizki.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri Syamsul Bahrum mengatakan, Kepri yang memiliki ribuan pulau juga akan ikut bergerak. Dia mengaku siap mendukung dalam memudahkan perizinan dan memberikan intensif.

"Ada kebijakan 10% pengelolaan hutan produksi lestari dari KLHK, silakan dimanfaatkan. Asal ada desain tapak, ini bisa dieksekusi. Arahan Gubernur Kepri jelas, muaranya percepatan," terang Syamsul.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari KLHK Hilman Nugroho ikut mengamini. Dia bahkan mengatakan siap membantu.

"Indonesia punya tiga fungsi hutan, semuanya bisa digunakan untuk keperluan pariwisata. Yang penting tidak merubah bentang alam, tidak merubah fungsi, dan manfaatkan 10% lahan. Hasilnya pasti memberikan dampak ekonomi yang besar," tutur Hilman.

Pemerintah melihat peluang ini dari contoh nyata Plataran L'harmonie Menjangan di Bali. Sedangkan Kepri juga memiliki Telunas Resorts di Kecamatan Moro.

Melalui ekowisata, Pantai Telunas juga pernah mengukir prestasi dunia sebagai hotel favorit wisatawan ketiga se-Asia dan 17 se-dunia. Penghargaan ini pernah diberikan oleh TripAdvisor, situs perjalanan terbesar di dunia pada 2012 silam.

"Sekarang customer kami 95%-nya wisman. Eropa 53%, Amerika Serikat 15%, Singapura 30% dan sisanya Indonesia. Itupun orang yang pernah tinggal di luar negeri," kata Direktur COD Telunas Resort Idaman Laoli.


Melihat realita ini, Menpar Arief Yahya semakin bersemangat untuk mengembangkan ekowisata. Dia menilai, Kepri sudah punya modal dasar yang sangat oke dengan memiliki 2.408 pulau besar dan kecil yang bisa disinggahi wisatawan dari negeri tetangga.

Belum lagi panorama alam bawah lautnya yang mempesona. Mulai dari Anambas, Pulau Abang, Pulau Petong, Pulau Hantu hingga Pulau Labun, semuanya menyimpan keindahan bawah laut yang memukau. Wisatawan bisa leluasa mengeksplorasi makhluk laut berwarna-warni dan terumbu karang langka.

"Planet/alam, people/masyarakat, dan prosperity/kesejahteraan yang saya sebut 3P harus diperhatikan. Ini rumus pengembangan pariwisata yang terbaik. Ingat, semakin dilestarikan, akan semakin sejahtera. Wisatawan 'zaman now' diharapkan tidak hanya sekedar berkunjung ke tempat wisata, tapi juga terlibat menjaga lingkungan dan budayanya. Travel, enjoy, respect!," pungkas Arief. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED