Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Sep 2018 17:30 WIB

TRAVEL NEWS

Menpar Luncurkan Pilot Project untuk Wirausaha Wisata Danau Toba

Foto: kemenpar
Foto: kemenpar
Jakarta - Danau Toba diharapkan mendukung pariwisata sebagai penghasil devisa. Untuk itu, perbaikan infrastruktur dilakukan begitu juga dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tujuan agar wirausaha pariwisata berjalan baik.

Oleh karena itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya yang mewakili Menko Perekonomian Darmin Nasution me-launching Pilot Project Wirausaha Pariwisata Homestay dan Tourist Guide di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

"Danau Toba masuk dari 4 Destinasi Super Prioritas yang digenjot Bapak Presiden Jokowi. Bahkan, yang paling pertama itu Danau Toba," kata Arief dalam keterangan tertulis (21/9/2018).



Perhatian terhadap Danau Toba tidak main-main. Akses dan infrastruktur ke destinasi sudah mulus. Seperti ke Tele dan Huta Ginjang. Begitu juga dengan jalur udara, Bandara Silangit dihadirkan. Rute internasional pun sudah dibuka, yaitu Silangit-Subang, Malaysia dan rute tersebut dilayani Malindo Air. Untuk Oktober nanti rencananya hadir rute baru Silangit-Kuala Lumpur, Malaysia.

Sisi Amenitasnya juga diperkuat, salah satunya lewat pembuatan Pilot Project Homestay dan Tourist Guide. Proyek ini dilakukan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

"Kemenko Perekonomian bersama dengan kementerian dan lembaga terkait telah menerbitkan Kebijakan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2017-2025. Yang tidak hanya ditujukan untuk mengisi lapangan kerja, tetapi juga untuk menumbuhkan kewirausahaan," tambah Arief.



Menurutnya, hal itu sejalan dengan roadmap pengembangan wirausaha melalui pilot project Homestay dan Tourist Guide. Hal tersebut dikarenakan untuk memenuhi permintaan wisatawan asing dan domestik.

Selain itu, dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk berwirausaha. Membangun usaha dengan modal yang tidak terlalu besar, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dan nasional.

Dalam acara ini, Arief juga menyampaikan permintaan ke Gubernur Sumatera Utara. Ia berharap Gubernur Sumatera Utara konsisten antara arah pengembangan daerah dengan kebijakan Pusat.

"Pak Gubernur, kalau nanti dipanggil Rapat Terbatas oleh Bapak Presiden, siapkan Top-3 program Provinsi Sumatera Utara. Untuk di Pusat, saat ini Top-3 nya adalah 1 Perikanan, 3 Pertanian, dan nomor 2 nya adalah Parwisata," ungkap Arief.

Kabupaten Humbang Hasundutan terpilih sebagai lokasi pengembangan pilot project didasari pada potensi pariwisata. Karena, Humbang Hasundutan yang berada satu area dengan area Danau Toba

"Kita akan menjadikan tempat ini menjadi tempat berkunjung para wisatawan" kata Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi.

Dalam pengembangannya, pilot project ini akan direalisasikan dengan konsep komprehensif dan terkoordinasi secara komprehensif dengan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

Seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Komunikasi dan Informasi, dan Badan Ekonomi Kreatif.

Untuk launching pilot project itu ditandai dengan pemukulan gondang oleh para pimpinan Kementerian atau Lembaga terkait. Turut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Rosdiana V Sipayung, dan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Soleh.

Hadir juga Plt Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa dan PDTT Harlina, Direktur Edukasi BEKRAF Poppy Savitri, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, dan Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba Arie Prasetyo. (mul/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED