Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Okt 2018 22:10 WIB

TRAVEL NEWS

Konservasi Penyu di Bali: Dari Sitaan Hingga Buat Upacara Adat

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Foto: Pusat konservasi penyu di Bali (Ditya/detikTravel)
Foto: Pusat konservasi penyu di Bali (Ditya/detikTravel)
Denpasar - Di Bali, traveler bisa belajar soal konservasi penyu di daerah Denpasar Selatan. Penyu ini berasal dari sitaan dan akan dilepasliarkan lewat upacara adat.

Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu di Serangan, Denpasar Selatan, Bali menjadi salah satu tempat menarik untuk belajar tentang penyu. Selain konservasi, tempat itu juga menjadi tempat untuk warga Bali mencari penyu untuk upacara adat.

Untuk menuju Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu ini pengunjung bisa melewati jalan Pesanggaran yang dekat dengan TPA Sarbagita Suwung. Lokasi pusat konservasi ini berada selatan jalan dengan ikon penyu besar di salah satu sisinya.

Masuk ke lokasi ini pengunjung diminta untuk membayar biaya masuk sebesar Rp 5 ribu. Begitu masuk pengunjung akan melihat taman dan satu kolam berukuran besar di sisi kiri.

"Total di sini ada 19 kolam, terdiri dari kolam pembesaran, rehabilitasi, dan kolam terapi. Kolam rehabilitasi untuk penyu atau kura-kura yang sakit, sementara kolam terapi untuk yang akan dilepasliarkan," kata pengelola Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu I Made Sukanta di Jl Tukad Wisata, Lingkungan Pojok-Serangan, Sidakarya, Denpasar Selatan, Bali, Kamis (18/10/2018).

BACA JUGA: Ada Pusat Konservasi Penyu di Selatan Denpasar, ke Sana Yuk!

Kolam ukuran besar itu diisi tiga penyu hasil sitaan polisi dari perdagangan ilegal. Kemudian ada satu ruangan yang berisi kolam-kolam tempat penangkaran penyu dan kura-kura.

Made menambahkan pihaknya juga membantu masyarakat Bali yang membutuhkan penyu untuk upacara. Syaratnya harus mencantumkan surat dari Perhimpunan Hindu Dharma Indonesia (PHDI), surat izin dari BKSDA, yang kemudian diserahkan ke lembaganya.

"Tapi kami hanya memberikan tukik hasil pembesaran," terangnya.

Tukik penyu (Ditya/detikTravel)Tukik penyu (Ditya/detikTravel)
Made menyebut dari Januari hingga Oktober ini sudah ada 43 tukik penyu yang diserahkan untuk kepentingan upacara adat. Dia memastikan penyerahan tukik penyu itu dilengkapi dengan surat yang sah.

"Tanpa surat itu tidak akan diberikan. Sebab penyu merupakan hewan yang dilindungi, kalau sudah ada surat-surat itu artinya sudah ada izin," tegasnya. (ams/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED