Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 22 Okt 2018 16:35 WIB

TRAVEL NEWS

Saat Artis Ayushita Kesengsem Pasar Botani di Lombok Barat

Robi Setiawan
detikTravel
Foto: Dok. Kemenpar
Foto: Dok. Kemenpar
Sumbawa - Artis sekaligus pemain film Satu Hari Nanti, Ayushita mengunjungi peluncuran Pasar Botani di Narmada, Lombok Barat. Menurutnya, Pasar Botani adalah destinasi yang unik dan kekinian.

"Tempatnya asik. Bikin happy. Seru pokoknya. Ini merupakan ide yang sangat unik. Kekinian banget. Pas untuk anak muda. Apalagi Pasar Botani memadukan keindahan alam dengan kreativitas anak muda milenial plus tradisi kuliner lokal. Saya lihat juga Pasar Botani sangat cocok untuk liburan bersama keluarga," kata Ayushita dalam keterangan tertulis, Senin (22/10/2018).

Dirinya juga mengaku sejak awal penasaran dengan Pasar Botani. Pasalnya banyak foto-foto bunga Matahari cantik di media sosial yang berasal dari pasar ini. Selain itu dirinya juga tertarik dengan beragam kuliner yang dijajakan.

"Iya unik foto-fotonya. Foto-foto kulinernya juga begitu menggoda. Makanya begitu launching saya langsung meluncur," ungkapnya.

Kehadiran Ayushita yang begitu antusias datang di peluncuran Pasar Botani membuat Juragan Pasar Botani Joko Lukito sumringah. Kerja keras seluruh tim membuahkan hasil maksimal. Bukan saja atraksinya, tetapi juga segi penyajian kulinernya.


"Seperti halnya di Pasar Pancingan, kuliner yang disediakan adalah hasil karya ibu-ibu di sekitar pasar. Mereka sudah melewati berbagai macam pelatihan dan arahan yang kita buat. Sehingga dari segi rasa serta estetika benar-benar sesuai dengan konsep pasar. Sehingga pengunjung selain menikmati rasa juga menikmati rupa," ujar Joko.

Dirinya menjelaskan, Pasar Botani memang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan generasi zaman now. Semuanya dikonsep maksimal sehingga sangat instagramable. Selain itu kuliner di pasar ini juga disajikan dengan harga terjangkau. Destinasi ini pun sangat ramah anak, jadi semua kalangan, semua usia bisa menikmati Pasar Botani.

"Karena selain menawarkan atraksi wisata. Pasar Botani juga memiliki misi untuk memberikan edukasi kepada pengunjung tentang Botanical Knowledge. Pengunjung dapat mengenal bunga-bunga dan buah lokal. Mereka pun dapat mengena cara merawatnya," katanya.

Pasar Botani memang luar biasa. Di pasar ini terdapat sekitar lebih kurang 20 jenis bunga dan berbagai jenis buah-buahan lokal.

Ada bunga million gold, calendula, chrysanthemum, anyelir, nasturtium, pansy, mawar, anggrek, matahari, lavender, angelo nia, angustifolia, air mata pengantin, marigold, hibiscus (kembang sepatu), cactus, alamanda, morning glory, cosmos, serta thunbergia.


"Di sini ada juga berbagai jenis durian raja istimewa khas NTB. Seperti durian tong medaye, si payuk, si lakem, gula gaet, si gundul, dan berbagai jenis buah lengkeng, jambu crystal, serta anggur brazil jaboticaba," terangnya.

Sementara itu, Staff Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono mengatakan, GenPI harus mampu menghadirkan destinasi digital dengan standar yang tinggi. Sehingga mampu bersaing dengan destinasi lainnya.

"Kita sejak awal sudah optimis pasar-pasar ini akan cepat berkembang. Karena destinasi digital ini memberikan dua keuntungan, yaitu offline dan online. Offline-nya ya pasar Yang digelar tiap minggu yang selalu ramai. Online-nya, anak-anak GenPI sangat gencar dalam bermedia sosial. Bisa menciptakan 3-4 trending topic tiap minggunya," jelas Don.

Don menjelaskan bahwa destinasi digital atau yang kerap dikenal pasar zaman now ini memiliki positioning, differentiation, dan branding.

Positioning-nya yaitu esteem economy, generasi milenial yang butuh pengakuan, dan media sosial. Differentiation-nya instagrammable dan digitalable photogenic. Sementara branding-nya menjadi destinasi zaman now.


"Kids zaman now 70 persen eksis di dunia maya, dunia digital. Media pun sebagai channel menuju ke sana. Pariwisata kita pun makin kreatif makin instagramable, memikirkan objek gambar, agar kalau difoto, layak diposting di medsos, dan banyak likes, comments, banyak repost, share, dan interaksi positif," tuturnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, pasar digital harus mandiri. Mereka harus bisa menghidupi dirinya sendiri dari kreativitasnya.

"Contohnya seperti Pasar Pancingan atau Pasar Karetan. Mereka sudah bagus, bahkan bisa merambah industri. Mereka semakin mandiri. Mampu meyakinkan pasar, hingga ada sponsor yang bergabung. Soal durasi waktu kerja sama, itu nomor sekian. Yang penting mereka mampu memberi keyakinan kepada publik soal brand yang dimilikinya. Ini harus dicontoh Pasar Botani," kata Arief. (idr/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED