Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 11 Nov 2018 12:30 WIB

TRAVEL NEWS

Cara Kemenpar Sosialisasikan Pariwisata Berkelanjutan

Kurnia Yustiana
detikTravel
Foto: Pemenang ISTPC 2018 disambut Kemenpar di Bali (dok Kemenpar)
Foto: Pemenang ISTPC 2018 disambut Kemenpar di Bali (dok Kemenpar)
Denpasar - Pariwisata berkelanjutan terus dikembangkan dan diterapkan di berbagai destinasi. Kemenpar pun gencar mensosialisasikan konsep pariwisata ini.

Untuk lebih memperkenalkan pariwisata berkelanjutan, Kemenpar mengadakan lomba foto Indonesia Sustainable Tourism Photo Competition (ISTPC) 2018, di mana para pemenangnya diajak bertualang di Bali dan Labuan Bajo.

Sebagai bentuk sosialisasi pariwisata berkelanjutan kepada masyarakat, maka perjalanan pemenang ISTPC 2018 pun mengacu pada prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian, perjalanan pemenang ISTPC 2018 akan diprogram menjadi perjalanan yang eco-friendly dan bebas plastik dan sampah.

Misalnya mereka tidak menggunakan sedotan plastik untuk minum dan menggunakan tumbler untuk minum selama perjalanan sehingga mengurangi pemakaian plastik saat perjalanan. Dalam perjalanan ini Kemenpar juga mengundang media nasional dan internasional, serta vlogger untuk mengabadikan sekaligus mengenalkan konsep pariwisata berkelanjutan kepada masyarakat.

"Kemenpar sadar kesuksesan program pariwisata berkelanjutan harus melibatkan semua unsur masyarakat. Teknologi komunikasi dan informasi digital yang semakin canggih harus bisa diberdayakan untuk mempromosikan destinasi wisata yang berkelanjutan," ujar Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel, dalam rilis kepada detikTravel, Minggu (11/11/2018).

Nah, pemenang ISTPC 2018 ini telah tiba untuk melihat penerapan pariwisata berkelanjutan di Bali. Kedatangan para pemenang yang terpilih dari 265 peserta yang berasal dari 20 negara ini disambut Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel, bersama jajaran Kementerian Pariwisata terkait.

(dok Kemenpar)(dok Kemenpar)
Destinasi utama yang dituju di Bali adalah Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli. Desa Penglipuran adalah salah satu desa wisata yang dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia.

Selain itu, Desa Penglipuran juga menerima penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) tahun 2017 dengan peringkat terbaik dalam kategori Pelestarian Budaya. Para pemenang ISTPC 2018 yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Turki dan Jerman diajak tinggal di homestay Desa Penglipuran untuk menikmati dengan langsung budaya dan tradisi Bali.

"Desa Penglipuran adalah salah satu desa yang sudah berhasil menerapkan pariwisata berkelanjutan. Para pemenang ISTPC 2018 tidak hanya sekedar berkunjung, tapi juga akan dilibatkan dalam kegiatan kesenian, budaya dan pengelolaan sampah bersama masyarakat lokal," jelas Valerina yang juga menjadi juri ISTPC 2018.

(dok Kemenpar)(dok Kemenpar)
Setelah menikmati budaya dan tradisi Bali di Desa Penglipuran, pemenang ISTPC 2018 akan berkunjung ke Labuan Bajo, NTT. Pada perjalanan 3 hari tersebut, para pecinta fotografi internasional ini diajak tinggal di atas kapal di Labuan Bajo atau biasa disebut live on board.

Mereka diajak mengunjungi aneka destinasi cantik di sekitar Labuan Bajo. Mulai dari Pulau Rinca, Pulau Kalong, Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Komodo, Gili Lawa, Taka Makasar, hingga Manta Point.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Pariwisata sedang mengembangkan 100 destinasi digital yang instagrammable dan 100 destinasi ecotourism, yang merupakan bentuk penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata Indonesia.

Menpar Arief juga menekankan bahwa pengembangan pariwisata di Indonesia saat ini dipusatkan pada arah yang berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan, masyarakat setempat, dan ekonomi yang ada.

"Prinsipnya pariwisata Indonesia harus mendukung pelestarian atraksi yang ada agar dapat mensejahterakan masyarakat di sekitarnya. Seperti yang sering saya tuturkan, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," ujar Arief.

(dok Kemenpar)(dok Kemenpar)
(krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED