Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Nov 2018 17:05 WIB

TRAVEL NEWS

Lewat WIGF 2018, Kemenpar Promosikan Kuliner Indonesia ke Dunia

Robi Setiawan
detikTravel
Foto: Dok. Kemenpar
Foto: Dok. Kemenpar
Jakarta - Kemenpar akan menyelenggarakan Wonderful Indonesia Gastronomy Forum 2018 (WIGF 2018). Menurut Ketua Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kemenpar, Vita Datau Messakh ajang tersebut ditujukan untuk mengajak lebih dari 100 restoran milik diaspora di mancanegara menjadi mitra co-branding Kemenpar.

Vita mengatakan gelaran WIGF 2018 sebagai bentuk sinergi dalam mendukung restoran Indonesia di luar negeri serta mempromosikan kuliner Tanah Air ke mancanegara. Acara akan digelar di Aryadutta Hotel, Jakarta pada 22 hingga 23 November 2018.

"Kuliner merupakan diplomasi sosial yang paling halus, cepat, dan efektif untuk mempopulerkan sesuatu ke pasar global," ujar Vita dalam keterangan tertulis, Rabu (21/11/2018).


"Sebagai contoh Amerika dengan distribusi film Hollywood dan gaya hidup masakan cepat saji dan Korea dengan drama K-Pop dan kulinernya. Tak saja mereka mampu mempopulerkan sosial budayanya, namun juga memberikan dampak branding positif bagi pariwisatanya," tambahnya.

Vita menilai restoran milik diaspora sebagai mitra yang sangat strategis sebagai etalase pariwisata RI, khususnya dalam mempromosikan wisata kuliner.

"Menjadi mitra co-branding Kemenpar merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. Mereka dapat menggunakan kekuatan merek Wonderful Indonesia untuk menaikkan nilai merek restoran mereka. Timbal baliknya, mereka akan mempromosikan 10 destinasi prioritas Indonesia melalui berbagai materi branding yang telah disediakan oleh Kemenpar. Dengan demikian akan memancing keinginan warga dunia untuk datang ke Indonesia," terangnya.

Ia menerangkan, kontribusi kuliner terhadap perekonomian Indonesia terbilang besar. Mengutip data terbaru BPS dan Bekraf, PDB ekonomi kreatif (Ekraf) Indonesia 2016 sebesar Rp 923 triliun atau sebesar 7,4 persen dari total PDB Indonesia.

"Dari nilai sebesar itu, kontribusi terbesar datang dari sektor kuliner. Di mana kuliner menyumbang sekitar 41 persen atau senilai sekitar Rp 382 triliun. Ini juga celah yang bagus untuk terus kita maksimalkan," ungkapnya.

Ia juga merujuk sebuah riset yang dilakukan oleh Boyne, Williams, dan Hall yang dimuat dalam Journal of Travel & Tourism Marketing 2002. Riset tersebut mengonfirmasi adanya hubungan simbiosis mutualisme antara pariwisata dan kuliner. Diketahui bahwa rata-rata wisatawan menghabiskan hampir 30 persen dari anggaran mereka untuk kebutuhan makanan (kuliner) saat berwisata.


Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan dalam pengembangan wisata kuliner pihaknya pun menetapkan 3 strategi. Pertama, menetapkan 5 National Foods yang sudah populer, seperti Rendang, Nasi Goreng, Sate, Soto, dan Gado-Gado. Tiga di antaranya sudah dipopulerkan oleh CNN sejak 2011.

Kedua, dengan menetapkan destinasi wisata kuliner seperti Bali, Joglosemar, dan Bandung. Saat ini Ubud, Bali sedang didorong untuk menjadi destinasi gastronomi standar UNWTO.

"Yang Ketiga, lewat Co-Branding dengan restoran Indonesia diaspora di mancanegara. Target kita menggandeng 100 restoran diaspora di mancanegara untuk melakukan co-branding Wonderful Indonesia," kata Arief. (prf/prf)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA