Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Nov 2018 19:05 WIB

TRAVEL NEWS

350 Wisatawan Mancanegara Jalan Kaki untuk Eksplor Yogya

Tia Reisha
detikTravel
Foto: Dok Kemenpar
Foto: Dok Kemenpar
Jakarta - Eksistensi Jogja International Heritage Walk (JIHW) tak terbantahkan. Memasuki usia yang ke-10, JIHW berhasil memanjakan para wisatawan. Sebanyak lebih dari 5.000 peserta, termasuk 350 wisatawan mancanegara pun mengikuti event ini.

"Inilah acara yang menggabungkan antara olahraga jalan kaki sambil menikmati suguhan ragam budaya yang ada di Yogya. Konsep yang unik mengggabungkan sport tourism dengn eksplorasi seni dan budaya. Makanya JIHW selalu mampu menarik minat wisatawan untuk ikut di dalamnya," ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/11/2018).


Mengambil tema "Save the Nature, Respect the Culture, Jogja to the World", JIHW langsung menggebrak dari hari pertama. Hadirnya rute baru menjadi sebuah suguhan yang tak bisa dilewatkan. Rute JIHW mulai dari Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Keberagaman enam desa wisata yang unik menjadi sebuah oase bagi seluruh peserta. Semua diajak merasakan keunikan-keunikan di setiap desa yang disinggahi.

Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani mengataka hal tersebut merupakan salah satu pembeda JIHW dengan event lainnya. Para peserta diajak merasakan langsung keindahan kehidupan masyarakat Yogya.

"Banyak peserta yang mengungkapkan ketakjubkannya. Balutan nuansa pedesaan bersanding manis dengan kekayaan budayanya. Misalnya saat singgah di Desa Nanggring, peserta bisa menikmati susu kambing etawa gratis. Mereka juga diajak berinteraksi bersama warga desa. Sajian budaya juga tak lupa disisipkan di setiap perjalanan. Ini luar biasa," ungkap Giri.

Bukan itu saja, eksplorasi sejarah pun sangat lengkap. Kemegahan Candi Prambanan, Candi Brahmana, hingga Candi Sari menjadi saksi sumringahnya para peserta.

JIHW juga merangkul Omah Perenting untuk kegiatan sub event. Ada fun bike 10 km gratis, lomba mewarnai dan lomba melukis payung. Selain itu, ada juga senam zumba dan cek kesehatan gratis oleh Rotary Club of Yogya Tugu.

Giri menambahkan event ini tidak hanya untuk mempromosikan gaya hidup sehat tapi juga untuk meningkatkan komunikasi dan interaksi antar masyarakat dari berbagai latar agama, kebangsaan, bahasa dan budaya.

Selain itu, event ini juga bertujuan untuk semakin mengembangkan dan memperkuat sektor pariwisata Yogyakarta sebagai salah satu destinasi utama wisatawan, baik nasional maupun mancanegara.

Ia juga mengatakan bahwa dari tahun ke tahun jumlah wisatawan mancanegara yang berpartisipasi dalam JIHW terus mengalami peningkatan.

"Jumlah terbesar yang pernah kita dapat sebelum tahun ini sekitar 300 wisatawan mancanegara, untuk saat ini 350 wisatawan mancanegara," lanjut Giri.

JIHW terbagi dalam tiga kategori, yakni 5 kilometer, 10 kilometer dan 20 kilometer. Wisatawan mancanegara yang mengikuti ajang ini pun datang dari berbagai negara. Di antaranya Belanda, Belgia, Jerman, Prancis, Austria, Australia, Jepang, Korea Selatan, Rusia, China, Taiwan, Amerika Serikat dan Kanada. Hadirnya JIHW tentu memberi kesempatan bagi desa yang dilewati untuk mempromosikan potensi yang dimilikinya.

"Termasuk potensi ekonomi warga setempat. Mulai dari kerajinan tangan serta olahan pangan tradisional yang ada di desa tersebut. Di samping kesenian tradisional dan keramahtamahan warga setempat," jelas Giri.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni mengatakan event ini sangat baik untuk menarik minat wisatawan, khususnya mancanegara. Hal ini tidak lepas dari keunikan yang dimiliki Yogyakarta dengan segudang ragam budaya dan keindahan alam.

Sehingga, lanjutnya, ketika dikolaborasikan dengan event jalan kaki kelas dunia, JIHW menjadi satu atraksi yang kuat. Terlebih, Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota International Marching League (IML) atau Liga Jalan Kaki Dunia.

"Peminatnya besar, datang dari banyak negara. Sehingga bisa menjadi gaya hidup sehat tapi juga sekaligus mempromosikan pariwisata ataupun olahraga rekreasi. Kita pun akan semakin terbantu karena acara ini masuk dalam website IML internasional," ujar Sumarni.


Hal ini juga diamini oleh Kepala Bidang Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar, Wawan Gunawan. Menurutnya, sport tourism memiliki indirect impact atau media value yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari direct impact-nya.

"Karena itu, promosi dan informasi soal sport tourism itu harus dikonsep dengan baik. Apalagi unik seperti JIHW ini. Ini tentunya akan semakin mengangkat nama Yogya itu sendiri," tegas Wawan. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA