Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Des 2018 18:50 WIB

TRAVEL NEWS

Pemprov NTT Kaji Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo dengan KemenLHK

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Suasana press conference (Randy/detikTravel)
Suasana press conference (Randy/detikTravel)
Kupang - Taman Nasional Komodo ada di bawah kendali KemenLHK. Terkait kenaikan tiket TN Komodo, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat akan kaji bersama dengan kementerian terkait.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat ingin menaikkan biaya tiket masuk ke TN Komodo untuk turis nasional sebesar 100 USD dan 500 USD untuk turis asing. Hal itu pun menimbulkan polemik oleh sejumlah pihak.

Namun, sebelumnya Viktor harus terlebih dulu melakukan kajian dengan pihak KemenLHK selaku lembaga Pemerintah yang memegang akses akan seluruh Taman Nasional di Indonesia termasuk TN Komodo. Menanggapi hal tersebut, Viktor mengaku telah berkordinasi dengan Menteri LHK, Siti Nurbaya.

"Kewenangan ini memang ada pada kemenLHK. Kami sudah bicara dengan ibu menteri dan seluruh jajarannya. Ibu Menteri janji ke saya kalau ia pulang dari Eropa saya bilang untuk menidaklanjuti mereka secara prinsip mereka setuju. Bu Menteri sudah sampaikan itu ke saya via WA. Secara prinsip mereka setuju tapi secara teknis akan dikerjakan oleh tim teknis," ujar Viktor dalam press conference bersama media usai acara Collaborative Destination Development Explore the Amazing Destination at East Nusa Tenggara, Aston Kupang, Selasa (11/12/2018).

Lebih lanjut, Viktor mengatakan kalau Gubernur harus berperan. Mengingat Gubernur adalah kepanjangan Pemerintah pusat di daerah. Melalui kenaikan tiket, Viktor berharap agar uangnya dapat dipergunakan untuk menjaga ekosistem di Pulau Komodo.

"Tiket masuk 100 USD dan 500 USD, maka kita akan mampu menyiapkan jejaring makan untuk Komodo. Hutannya dikembalikan jadi hutan yang bagus, dunia yang betul-betul liar dan habitat komodo akan nyaman," pungkas Viktor.

Kadispar NTT, Marius Ardu Jelamu (Randy/detikTravel)Kadispar NTT, Marius Ardu Jelamu (Randy/detikTravel) Foto: undefined


Senada dengan Viktor, Kadispar NTT, Marius Ardu Jelamu juga mengatakan kalau wacana kenaikan tiket masuk tengah dikaji.

"Selama ini tentu akan didiskusikan. Selama ini retribusi masuk kan pendapatan negara bukan pajak. Langsung ke Jakarta. Dengan 500 USD itu nanti akan kita diskusikan. Berapa untuk pemerintah pusat berapa untuk daerah, tetapi tentu saja masuknya banyak sekali. Seperti tadi kata pak Gubernur, pemasukan itu nanti untuk mengkonservasi kembali, menjaga sustainable tourism di Pulau Komodo," ujar Marius.

Menurut Marius, kenaikan tiket tersebut dirasanya tidak mahal. Mengingat traveler tidak hanya bisa masuk ke Pulau Komodo dengan tarif tersebut, tapi seluruh Taman Nasional Komodo. Termasuk Labuan Bajo, Pulau Rinca hingga Pulau Padar yang populer di kalangan traveler.

"Kalau kita hitung, sangat murah itu USD 500 karena taman nasional komodo adalah satu lahan yang sangat luas. Dalam 500 dollar itu orang bisa berkunjung ke Pulau Komodo, Pulau Rinca Pulau Padar, Pulau Kelelawar, jadi tidak hanya ada satu spot. Satu akses untuk semua, jadi masih sangat murah," tutup Marius.

(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED