Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 19 Des 2018 19:45 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Penerbangan Internasional, Banyuwangi Bidik 100.000 Turis Malaysia

Ardian Fanani
detikTravel
Foto: Menpar Arief Yahya dan Bupati Anas (Ardian Fanani/detikTravel)
Foto: Menpar Arief Yahya dan Bupati Anas (Ardian Fanani/detikTravel)
Banyuwangi - Bandara Banyuwangi kini melayani rute internasional dari Kuala Lumpur. Punya bandara internasional, Banyuwangi diharapkan bisa menggaet 100.00 turis Malaysia per tahun.

"Saya yakin target 100.000 turis Malaysia masuk ke Banyuwangi itu bisa dicapai. Direct flight Kuala Lumpur-Banyuwangi membuka konektivitas yang lebih luas," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya seusai mengikuti inaugural flight Citilink rute Kuala Lumpur-Banyuwangi, Rabu (19/12/2018).

Arief mengatakan, pariwisata berkembang sangat pesat. Itu mampu mendorong investasi dan perdagangan. Konektivitas Banyuwangi sudah sangat mantap. Ada rute internasional, rute domestik juga padat dan ada banyak penerbangan dari Jakarta langsung ke Banyuwangi, juga ada dari Surabaya.

"Destinasi wisata alamnya bagus, budayanya keren, homestay sampai resornya luar biasa. Kulinernya unik dan lezat. Banyuwangi lengkap," imbuh Arief Yahya.



Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas optimistis ke depan daerahnya bisa terus berkembang. Adanya rute internasional di Bandara Banyuwangi menjadi stimulus baru bagi pengembangan kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut.

"Setahun ada sekitar 2 juta turis Malaysia ke Indonesia. Sebagian ke Bali. Nah itu kita gaet sebagian masuk lewat Banyuwangi. Ada Kawah Ijen yang di Malaysia enggak ada destinasi gunung semacam itu. Ada pantai, resor yang asyik. Kita yakin bisa gaet turis dari Malaysia," ujar Anas.

Sementara itu, Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo mengatakan, pasar dari Malaysia ke Indonesia terbuka luas. Apalagi, Banyuwangi berdekatan dengan Bali, dan sebagian turis Malaysia juga mengunjungi kawasan Bali Barat yang lebih dekat dari Banyuwangi.

"Citilink bangga bisa ikut berperan mengembangkan pasar wisata di daerah. Selain tentu rute ini memungkinkan dunia usaha berkembang," ujarnya.



Pesawat yang digunakan di rute internasional ini adalah Airbus A-320 berkapasitas 180 penumpang. Frekuensi penerbangan sebanyak 3 kali sepekan, yakni Rabu, Jumat, dan Minggu.

Penerbangan hanya butuh waktu 2 jam 30 menit. Dari Banyuwangi, pesawat bertolak pukul 08.20 WIB dan diperkirakan tiba pukul 12.10 waktu Malaysia. Sedangkan dari Malaysia, berangkat pukul 13.20 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Banyuwangi pukul 15.10 WIB.

Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi sendiri melonjak hampir 1.700 persen dari 7.836 orang pada 2010 menjadi 140.683 orang pada 2017, dan sudah tembus 307.157 orang hingga Oktober 2018. (wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED