Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Jan 2019 18:45 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenpar Sesalkan Pencurian Speed Boat Wisata di Raja Ampat

Afif Farhan
detikTravel
Foto: Istimewa/Yayu Yuniar
Foto: Istimewa/Yayu Yuniar
Jakarta - 2 Speed boat wisata dicuri di Raja Ampat. Kemenpar berharap pihak kepolisian bisa cepat menangkap pelaku.

Kejadian tersebut dialami kapal wisata Pearl of Papua, saat hendak menuju Sorong yang berangkat dari Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Pearl of Papua adalah kapal model pinisi dengan dua speed boat terikat di belakang kapal.

Speed boat ini biasanya untuk menurunkan wisatawan dari kapal ke pantai. Karena pinisi tidak bisa terlalu merapat ke pulau tujuan. Nah dalam perjalanan, speedboat yang terikat di kapal wisata tersebut dicuri oleh kelompok orang yang belum diketahui.

Pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyesalkan kejadian tersebut. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti, menilai itu adalah kriminal murni dan berharap pelaku cepat ditangkap.



"Ini murni kasus kriminal dan kami yakin pihak kepolisian pasti akan bergerak cepat untuk mencari pelaku," katanya kepada detikTravel di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Kamis (3/1/2019).

"Kejadian ini sangat kami sesalkan karena Raja Ampat sudah merupakan destinasi wisata kelas dunia yang kita harapkan bukan hanya menjanjikan berbagai keindahan alam dan budayanya, tapi juga menjanjikan keamanan dan kenyamanan terhadap wisatawan yang berkunjung ke sana," paparnya.

Guntur juga berharap, semoga kejadian seperti ini tidak terulang. Khususnya Raja Ampat, agar reputasinya sebagai destinasi wisata kelas dunia tetap terjaga.

Sebelumnya, kapal wisata Pearl of Papua mengalami kecurian 2 speed boatnya. Total kerugian tersebut ditaksir Rp 500 juta. Korban sudah melapor dan Polres Raja Ampat sedang mendalami kasus ini.

"Kejadian dengan kapal kami terjadi semalam, sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Saat itu kapal sedang melaju kembali ke arah Pelabuhan Sorong dengan kecepatan penuh sekitar 5-6 knot. Saat tali kapal sedang dipotong dan engine dinyalakan kami sempat memergoki perompak bersenjata tajam tersebut, namun aksi mereka sangat cepat, rapi, metodik dan terorganisir," ujar Yayu Yuniar, Co-Founder dan pemilik Pearl of Papua kepada detikTravel.



(aff/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED