Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Feb 2019 18:20 WIB

TRAVEL NEWS

KLHK & Pemprov NTT Akan Tingkatkan Pengamanan di TN Komodo

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto: Suasana pertemuan (Randy/detikTravel)
Foto: Suasana pertemuan (Randy/detikTravel)
Jakarta - Duduk bareng, pihak KLHK, Pemprov NTT dan Pemkab Manggarai Barat bicara keberlangsungan TN Komodo. Rencananya, pengamanan TN Komodo akan ditingkatkan bersama.

Pertemuan itu melibatkan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno dengan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan NTT Alexander Sena serta sejumlah stakeholder terkait di lantai 8 ruang rapat Ditjen KSDAE KLHK, Jakarta, Rabu (6/2/2019). Sejumlah keputusan bersama diambil terkait TN Komodo.

Pertemuan itu membahas sejumlah permasalahan yang ada di TN Komodo beserta solusinya. Terutama soal perburuan rusa liar yang dianggap membahayakan keberlangsungan Komodo.

"Pengamanan dan perlindungan satwa Komodo termasuk jaminan ketersediaan mangsanya, terutama rusa," ujar Wiratno.



Dijelaskan oleh Alexander, data dari pihaknya menyebut kalau jumlah Komodo mengalami penurunan dari tahun 2012 hingga 2018. Yakni dari 3.000 komodo di tahun 2012 menjadi 2.800 komodo di tahun 2018, atau turun 200 ekor Komodo.

Tak hanya pihak Pemprov NTT dan Pemkab Manggarai Barat, pihak KLHK juga akan menggandeng pihak Balai TN Komodo termasuk pelaku wisata untuk menjaga warisan dunia tersebut lewat patroli bersama. Termasuk untuk menjaga terumbu karang di perairan TN Komodo.

"Peningkatan patroli bersama antara Balai TN Komodo dengan TNI AL, Polda NTT, Polres Manggarai Barat, beserta para tour operator, masyarakat mitra Polhut dari Desa Komodo, Desa Pasir Panjang dan Desa Papagarang dalam rangka pengamanan kawasan perairan dan daratan dari perburuan liar dan perusakan terumbu karang," papar Wiratno.



Selain aktivitas ilegal seperti perburuan rusa dan pengrusakan terumbu karang, Pihak KLHK dan Pemprov NTT juga akan mengawasi wisatawan yang ingin datang melihat Komodo hingga snorkeling dan diving di kawasan taman nasional.

"Pengaturan secara menyeluruh sistem pengelolaan pengunjung, pengelolaan information centre, pengelolaan ekosistem savana dan penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat untuk konservasi dan ekonomi," tutup Wiratno.

Seperti diketahui, TN Komodo dikunjungi oleh sekitar 159 ribu wisatawan tahun 2018 lalu. Tentu dibutuhkan regulasi dan jumlah personel yang tidak sedikit untuk mengawasi keseluruhan TN Komodo yang memiliki total area seluas 1.733 km persegi. (wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED