Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Feb 2019 21:34 WIB

TRAVEL NEWS

Menpar Targetkan Kota Palembang Jadi Sport Tourism

Raja Adil Siregar
detikTravel
Foto: Jumpa Pers Palembang Sport Tourism (Raja Adil Siregar/detikTravel)
Foto: Jumpa Pers Palembang Sport Tourism (Raja Adil Siregar/detikTravel)
Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan Palembang sebagai pusat sport torusim. Apa alasannya?

Kementerian Pariwisata kini merencanakan Kota Palembang, Sumsel sebagai model Pariwisata Olahraga atau sport tourism di Indonesia. Perencanaan ini seiring telah lengkapnya fasilitas yang tersedia di Kota Pempek.

"Kami ingin jadikan Palembang sebagai sport tourisem. Sebagaimana diketahui tak ada daerah lain di Indonesia seperti Palembang ini," kata Menteri Pariwisata, Arif Yahya dalam acara diskusi publik di Palembang, Rabu (6/2/2019).

Dikatakan Arif, fasilitas pariwisata dan olahraga di Palembang saat ini sudah lengkap dan berada di satu kawasan di Jakabaring Spirt City. Bahkan Menpar menyenut fasilitas di JSC lengkap dan unik.

Selain itu, Palembang juga harus fokus dengan kosep pariwisata dan olahraga. Sehingga kedepan Palembang dapat sukses dan membawa lebih banyak wisatawan berkunjung ke Kota Pempek.

Sementara untuk kuliner khas pempek yang selama ini telah dikenal. Ke depan dapat dikolaborasikan meskipun tidak sepopuler rendang asal Sumatera Barat.

"Pempek bukan nggak bagus, tapi maaf Sumbar sudah ada punya rendang. Nah, kalau sport tourism tidak ada yang bisa ngalahin. Jadi bisa sebagai pendukung," katanya.

BACA JUGA: Palembang Rasa Bali, Inilah Pura Swarnadwipa yang Eksotis

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan jika Pemkot menyambut baik rencana pusat menjadikan Palembang sebagai sport tourism. Hal ini sesuai rencana Pemkot manjadikan Palembang kota wisata.

"Kami juga telah memiliki program untuk meningkatkan pariwisata di Palembang. Salah satunya dengan cara mengatifkan program gotong-royong yang melibatkan warga. Hal ini untuk menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Harno menambahkan dirinya juga telah menerbitkan peraturan walikota terkait penggunaan pakaian adat bagi seluruh pagawai. Dengan demikian, regulasi itu dapat mendorong masyarakat menjaga budaya dan tradisi lokal. (sna/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA