Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Feb 2019 18:50 WIB

TRAVEL NEWS

Pangandaran Mencari Ikon Geopark

Andi Nurroni
detikTravel
Objek wisata Green Canyon, salah satu kandidat ikon Geopark Pangandaran (Andi/detikTravel)
Objek wisata Green Canyon, salah satu kandidat ikon Geopark Pangandaran (Andi/detikTravel)
Pangandaran - Kabupaten Pangandaran memiliki syarat-syarat untuk menjadi situs taman bumi atau geopark nasional. Ini kata para ahli.

Sejumlah keunikan fenomena gelogi menjadi kandidat ikon geopark Kabupaten Pangandaran yang saat ini sedang dirintis oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Universitas Padjajaran.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pangandaran, Dudung Cahyadi menyampaikan, hasil penelitian sejumlah lembaga, termasuk Universitas Padjajaran, ada beberapa situs yang memiliki nilai unik dari sisi ilmu kebumian.

Tempat-tempat tersebut, kata Dudung, adalah kawasan karst, seperti Green Canyon dan Sungai Ciwayang, situs tombolo atau tanggul pasir yang menghubungkan Pulau Jawa dengan hutan Pananjung, situs gosong, yakni bukit pasir di derah Karang Tirta, serta laguna Sagaraanakan di perbatasan Pangandaran-Cilacap.

"Kami berharap, ikon atau pusat geopark ini bisa menjadi bangkitan ekonomi baru," ujar Dudung kepada detikTravel, Senin (11/2/2019).

Guru Besar Ilmu Geologi Universitas Padjajaran Prof Mega Fatimah Rosana, sekaligus peneliti geopark Pangandaran membenarkan, ada sejumlah pontensi geopark di Kabupaten Pangandaran yang layak menjadi ikon.

"Kita cari pembeda dengan geopark-geopark lain, yang khas dan hanya ada di Pangandaran," ujar Mega melalui sambungan telepon.

Menurut Mega, Pangandaran memang memiliki sejumlah situs geopark yang sudah dikenal, seperti objek wisata Green Canyon. Namun, menurut dia untuk dijadikan ikon situs tersebut kurang memiliki kekhasan. Mengingat telah banyak geopark dengan konsep sejenis, termasuk Ciletuh di Sukabumi.

Mega sendiri mengaku menaruh minat terhadap Laguna Sagara Anakan. Pembentukan laguna besar tersebut, kata Mega, merupakan fenomena geologi yang unik.

"Terlebih dari sisi konservasi. Kita bisa bergerak ke arah penyelamatan sedimentasi, sekarangkan kan terus terjadi pendangkalan," ujar Mega.

Mega melaporkan, tahun ini hingga tahun depan timnya tengah meneliti tiga kandidat situs geopark nasional, yakni di Pangandaran, situs Citatah di Bandung Barat, dan situs Galunggung di Tasikmalaya. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED