Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Feb 2019 17:55 WIB

TRAVEL NEWS

Gaya Baru Traveler Milenial, Bukan Kemana Tapi Ngapain

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Foto: (Thinkstock)
Foto: (Thinkstock)
Jakarta - Para traveler pergi ke sebuah destinasi karena tempat itu menarik hati. Namun, traveler milenial butuh lebih dari itu, mereka mau tahu bisa melakukan apa di sana.

Hal ini diungkapkan dalam diskusi 'Engage Millenial Travellers in South East Asia' oleh Wego dan tiket.com di Hote Morrissey, Jakarta, Selasa (19/2/2019). James Huang, Head APAC & Marketing Technology Wego mengatakan karakter traveler milenial saat browsing untuk traveling adalah mencari penawaran terbaik untuk tiket pesawat, waktu terbaik, tanggal terbaik.

"Mereka lalu mencari hal-hal penting untuk dilakukan dan hotel terbaik. Mereka suka promosi penawaran ekslusif. Belakangan mereka juga mencari akomodasi alternatif selain hotel, seperti rumah atau villa," kata Huang.

Oleh karena itu Wego misalnya, mencoba mempromosikan destinasi kepada traveler milenial melalui kegiatan apa yang bisa dilakukan di sana. Contohnya Wego dan badan pariwisata Inggris, Visit Britain menggelar Lalalafest 2019 di Bandung, tujuannya mengenalkan Inggris sebagai destinasi melalui musik.


"Destinasi dilihat lagi dari sisi sesuai minat wisatawan. Misalnya yang suka musik, yang suka film atau seni," imbuhnya.

Hal senada dikatakan VP Performance Marketing tiket.com, Dyah Wulandari. Traveler milenial sangat melek teknologi, peduli dengan media sosial. Hal ini mempengaruhi gaya travelingnya, mereka butuh alasan lebih untuk pergi ke sebuah destinasi.

"Mereka suka inspirasi untuk ke sebuah destinasi, sehingga kita mesti memberi mereka konten, apa yang bisa dilakukan di sebuah destinasi," kata Dyah.


Informasi wisata yang menarik bagi mereka adalah yang memiliki bahasa sederhana. Destinasi wisata akan menarik di mata mereka ketika itu memiliki banyak pilihan kemungkinan kegiatan untuk dilakukan sesuai minat mereka. Ketika aktivitasnya menarik, barulah mereka yakin mau pergi ke sana.

"Misalnya antara mau ke tempat wisata atau mau makan, itu imbang sih proporsinya. Tinggal alurnya kemana dulu. Ada yang sudah tahu mau kemana, mau tahu pergi kemana dan bisa apa saja di sana," jelas Dyah. (fay/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED