Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Mar 2019 17:25 WIB

TRAVEL NEWS

Bagaimana Pariwisata New Zealand Pasca Penembakan di Masjid?

Afif Farhan
detikTravel
Korban penembakan di masjid yang langsung dilarikan ke rumah sakit (Reuters)
Korban penembakan di masjid yang langsung dilarikan ke rumah sakit (Reuters)
Christchurch - New Zealand berduka pasca aksi teror penembakan di 2 masjid di Christchurch. Hal itu pun berdampak besar pada pariwisatanya.

Aksi teror tersebut terjadi pada Jumat (15/3) kemarin di di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood . Tercatat, 50 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Tersangka yang diidentifikasi bernama Brenton Tarrant (28), seorang warga Australia, telah ditangkap otoritas Selandia Baru

BACA JUGA: Fakta Terkini Aksi Brutal Penembakan di Masjid New Zealand

Dunia berduka dan mengecam aksi teroris itu. Bagi New Zealand sendiri, ini adalah pukulan telak bagi mereka sebab negaranya sudah dikenal sebagai negara paling aman dan tujuan destinasi wisata turis dunia.

Bagaimana Pariwisata New Zealand Pasca Penembakan di Masjid?Keamanan di New Zealand di perketat (Reuters)


Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Selasa (19/3/2019) kali terakhir kasus penembakan massal di New Zealand terjadi pada tahun 1997. Saat itu, enam orang tewas dan empat lainnya luka-luka di kota Raurimu, North Island.

New Zealand berjuang keras untuk membuat negaranya aman dan damai. Mereka pun tahu, salah satu devisa terbesar negaranya datang dari pariwisata.

"Terorisme berdampak besar pada pariwisata, apa yang terjadi di Christchurch benar-benar membuat New Zealand kehilangan rasa percaya dirinya," kata Dr David Beirman, dosen pariwisata dari University of Technology Sydney kepada News Australia.

BACA JUGA: Penembakan di Masjid Coreng Selandia Baru Sebagai Negara Paling Aman

"Christchurch adalah kota yang tenang dan cantik. Namun kini, orang-orang yang mau berpergian ke sana akan berpikir dua kali karena faktor keamanannya," sambung Beirman.

Beirman menambahkan, aksi teroris yang menyerang rumah ibadah dapat terjadi di mana saja. Akan tetapi, sulit membayangkan kalau terjadi di New Zealand, yang notabenya negara yang damai.

Dia pun menyangkutpautkan hubungan antara Australia dan New Zealand. Sebagaimana diketahui, Australia merupakan penyumbang turis terbanyak di New Zealand.

Bagaimana Pariwisata New Zealand Pasca Penembakan di Masjid?New Zealand sudah jadi tujuan wisata turis dunia (iStock)


Tahun 2017 kemarin saja, tercatat 3,8 juta turis mancanegara berkunjung ke New Zealand. Turis Australia pada angka 1,5 juta kunjungan.

"Namun karena pelaku penambakannya dari Australia, bisa saja orang-orang New Zealand tidak lagi memberikan sambutan hangat pada turis Australia," terangnya.

Kini, New Zealand harus membenahi sektor pariwisatanya. Baik dari peningkatan keamanan dan kenyamanan turis, hingga mencegah aksi teror serupa terjadi lagi. Suatu PR besar yang harus dibenahi New Zealand.

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED