Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 31 Mar 2019 22:25 WIB

TRAVEL NEWS

Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup Karena Faktor Keselamatan

Harianto Nukman
detikTravel
Jalur pendakian Gunung Rinjani masih disurvei (dok. BTNGR)
Jalur pendakian Gunung Rinjani masih disurvei (dok. BTNGR)
Mataram - Pendakian Gunung Rinjani yang sedianya dibuka 1 April 2019, ditunda. Pendakian masih ditutup, karena faktor keselamatan pendaki.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) masih berupaya mencari jalur alternatif pendakiannya. Pendakian ditunda karena faktor cuaca dan pertimbangan keselamatan pendaki.

Hasil survei yang dilakukan di Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, sementara menyatakan kondisi jalur pendakian Gunung Rinjani relatif baik.

Hanya saja di beberapa medan ditemukan retakan tanah, seperti di Pos II serta pohon tumbang mulai dari kilometer 0,5 hingga sebelum Pos III.

Jalur menuju Segara Anak terputus dan tidak dapat dilewati. Selain itu, tim survei yang di jalur Senaru tidak didampingi oleh tim ahli geologi maupun tim ahli kegempaan dari PVMBG maupun Dinas ESDM.

Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup Karena Faktor Keselamatan(BTNGR)


"Survei akan dilakukan kembali, masih nunggu info cuaca dari BMKG. Hasilnya nanti tergantung kajian dan rekomendasi tim dari PVMBG Bandung," tutur Kepala BTNGR Sudiyono kepada detikcom, Minggu (31/3/2019).

Jalur Senaru layak dilakukan kegiatan pendakian, tetapi hanya sampai Pelawangan Senaru dengan catatan tidak mengadakan camping di bibir kaldera.

Lokasi camping di Pos II mengalami keretakan dan disarankan untuk digeser ke atas sekitar 50 meter. Di sana ada tempat landai yang bisa dijadikan area camping. Jika dibuka, perlu dipasang papan informasi larangan beraktivitas di area yang rawan longsor.

BACA JUGA: Gunung Rinjani Batal Dibuka April 2019, Ini Alasannya

Pada jalur Senaru disepakti akan dilakukan survei kembali guna memastikan kelayakan jalur untuk aktivitas pendakian dengan melibatkan ahli geologi dan kegempaan dari PVMBG. Rencananya akan dilakukan koordinasi teknis dan rekomendasi waktu yang akan ditentukan kemudian bersama tim PVMBG dan BMKG sebelum survei dilakukan.

"Kegiatan pendakian direkomendasikan untuk sementara ditutup mengingat masih terjadinya pergerakan tanah dan gempa hingga kondisi memungkinkan," kata Sudiyono.

Perlu pemasangan papan informasi berupa himbauan dan larangan pada titik-titik rawan bencana dan pemagaran pada lokasi yang tidak boleh dilewati. Semua guide harus menggunakan alat komunikasi handy talky (HT) yang terhubung dengan Information Centre.

(BTNGR)(BTNGR)


Sudiyono menegaskan rencana pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani sementara ini ditunda, namun akan dibuka kembali setelah dilakukan survei dan proses kajian.

"Insya Allah pendakian akan kita buka, cuma kapan tanggalnya nanti yang akan menyesuaikan," ujarnya.

Untuk diketahui, ada 4 jalur resmi pendakian Gunung Rinjani yang ditetapkan BTNGR, yaitu melalui Sembalun dan Timba Nuh di Kabupaten Lombok Timur. Selain itu ada jalur di Desa Senaru, Lombok Utara dan jalur Aik Berik, Lombok Tengah.

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA