Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 04 Apr 2019 12:30 WIB

TRAVEL NEWS

Brunei Hukum Mati LGBT, Apakah Berdampak Pada Pariwisatanya?

Afif Farhan
detikTravel
Brunei yang punya tempat wisata indah (iStock)
Brunei yang punya tempat wisata indah (iStock)
Jakarta - Per 3 April 2019, Brunei menetapkan hukuman rajam alias hukuman mati bagi para pelaku LGBT. Apakah hal itu berdampak pada kunjungan turis ke negaranya?

Dirangkum detikcom dari berbagai media internasional seperti News Australia dan Fox News, Kamis (4/4/2019) aturan hukum mati LGBT yang diterapkan Brunei mendapat kecaman dari negara lain. Meski, pihak pemerintah Brunei dalam hal ini Sultan Hassanal Bolkiah tetap pada ketegasannya.

BACA JUGA: Brunei Terapkan Hukuman Rajam Sampai Mati Bagi LGBT

Tak dipungkiri, keputusan Brunei untuk menerapkan hukuman mati bagi LGBT akan mempengaruhi kunjungan turis yang datang ke sana. Ditambah, beberapa artis-artis Hollywood juga menyerukan kecaman terhadap aturan baru di Brunei itu.

Sultan Hassanal Bolkiah (AFP)Sultan Hassanal Bolkiah (AFP)


Kabarnya, pemerintah AS mengimbau warganya yang LGBT untuk tidak mengunjungi Brunei. Virgin Australia pun memutus kerjasama dengan maskapai Brunei, Royal Brunei dalam penjualan kursi.

"Pariwisata Brunei akan terkena dampaknya. Sudah ada efek dari pemberlakuan hukuman mati pada LGBT yang terjadi kini," kata Benjamin Ryberg, direktur penelitian di The Lawfare Project.

Padahal, pariwisata di Burnei cukup ciamik yang menawarkan keindahan alam, budaya dan sejarah. Bahkan Brunei punya tagline kampanye pariwisata, 'menawarkan Asia yang belum pernah Anda lihat sebelumnya'.

Jembatan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha, salah satu ikon Brunei (iStock)Jembatan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha, salah satu ikon Brunei (iStock)


Tercatat, 300 ribu turis datang ke Brunei setiap tahunnya. Brunei bagaikan destinasi antimainstream di belahan Asia Tenggara, yang jarang dilirik tapi begitu berkesan.

Diberitakan Fox News, seorang sumber dari pemerintahan Brunei menyebut Sultan Hassanal Bolkiah tidak terganggu dengan kehebohan yang ada. Pun pariwisata di Brunei, tampaknya akan tetap baik-baik saja.

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA