Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 09 Apr 2019 16:50 WIB

TRAVEL NEWS

Karma! Pemburu Badak Tewas Diinjak Gajah dan Dimakan Singa

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ilustrasi singa (SAM PANTHAKY/AFP)
Ilustrasi singa (SAM PANTHAKY/AFP)
Cape Town - Mungkin inilah karma. Seorang pemburu badak di Afrika Selatan tewas diinjak gajah, kemudian dimangsa kawanan singa.

Dilansir dari BBC, Selasa (9/4/2019), kejadian ini menjadi pemberitaan setelah rekan korban melapor kepada keluarga. Pihak keluarga lantas menginformasikannya kepada jagawana.

Sekelompok orang lalu dikerahkan guna mencari jasad orang itu. Yang mereka temukan pada Kamis (4/4) adalah tengkorak manusia dan celana.

Pihak pengelola taman nasional menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga mendiang. Namun berburu badak di taman nasional adalah kegiatan ilegal.

"Memasuki Taman Nasional Kruger secara ilegal dan berjalan kaki tidak bijaksana. Banyak bahayanya dan insiden ini adalah buktinya," ujar pihak pengelola.

Kasus kedua

Ternyata, ini adalah kejadian kedua. Di tahun 2018, ada kasus dua pemburu badak diterkam hingga mati dan dimakan oleh singa. Kejadian ini ada di cagar alam Afrika Selatan.

Hal itu dibenarkan oleh pejabat setempat. Rangers menemukan sisa-sisa tulang mungkin tiga orang di area berpagar tempat singa di cagar alam Sibuya, dekat Kota Kenton-on-Sea.

Di sekitar lokasi juga ditemukan senapan bertenaga tinggi dan kapak. Menurut data telah terjadi peningkatan perburuan liar di Afrika dalam beberapa tahun terakhir, alasannya untuk memenuhi permintaan cula badak yang meningkat di beberapa bagian Asia.


Pemilik cagar alam Sibuya, Nick Fox dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook resminya, mengatakan bahwa para pemburu yang dicurigai memasuki kawasan cagar alam pada Minggu malam atau awal Senin pagi.

"Mereka tersesat dalam kawasan singa sehingga mereka tidak punya waktu menyelamatkan diri. Kami tidak yakin ada berapa banyak singanya, tidak banyak yang tersisa dari tubuh mereka," kata Fox kepada kantor berita AFP.

Sisa-sisa tubuh pemburu pertama kali ditemukan pada pukul 16.30 waktu setempat pada hari Selasa, 3 Juli 2018. Tim anti-perburuan tiba di tempat kejadian dan menemukan senapan berburu dengan peredam, kapak panjang dan pemotong kawat, peralatan yang biasanya digunakan oleh pemburu badak.


Beberapa singa harus ditenangkan sebelum jasad korban bisa ditemukan, tambah Fox. Polisi telah berpatroli di area tersebut jika ada yang diduga pemburu selamat.

Di tahun 2018 saja sudah sembilan badak dibunuh oleh pemburu liar di Provinsi Eastern Cape. Kejadian itu adalah lokasi di mana suaka itu berada.

Yang lebih mengenaskan, lebih dari 7.000 lainnya telah dibunuh di Afrika Selatan dalam dekade terakhir. Di China, Vietnam dan di tempat lain, cula badak diyakini memiliki khasiat obat.

Cula badak ini adalah tanduk yang terbuat dari bahan yang sama dengan kuku manusia. Taman Nasional Kruger didera masalah perburuan liar satwa-satwa yang dilindungi di tengah peningkatan permintaan cula badak di negara-negara Asia.

Pada Sabtu (6/4), aparat Bandara Hong Kong menyita cula badak selundupan dalam jumlah terbanyak selama lima tahun terakhir. Nilainya diyakini mencapai US$2,1 juta atau Rp 29,6 miliar.


Simak Juga 'Ditemukan Gajah Mati Membusuk Tanpa Gading di Aceh':

[Gambas:Video 20detik]

(msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED