Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 11 Apr 2019 12:07 WIB

TRAVEL NEWS

Banyak yang Minta Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Kembali

Harianto Nukman
detikTravel
Foto: Gunung RInjani (dok. BTNGR)
Foto: Gunung RInjani (dok. BTNGR)
Jakarta - Pendakian Gunung Rinjani masih ditutup. Namun para pelaku wisata menginginkan agar jalur pendakian segera dibuka kembali.

Gempa bumi yang pernah terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2018 lalu berdampak pada rusaknya 4 jalur resmi wisata pendakian Gunung Rinjani.

Empat jalur pendakian itu adalah melalui Sembalun dan Timba Nuh di Lombok Timur, Aik Berik di jalur Lombok Tengah serta jalur Senaru di Lombok Utara.

Para pelaku wisata yang berada di lingkar kawasan Gunung Rinjani banyak menggantungkan hidup mereka dengan bekerja sebagai penyedia jasa tour guide dan atau porter.

Kondisi itu mendorong Asosiasi Tour Operation Senaru (ATOS) misalnya menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerinrah daerah agar pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) membuka izin kembali untuk jalur pendakian melalui Senaru.

"Sudah, sudah kita kirim langsung. Saya bersurat langsung ke TNGR mempertegas kembali aspirasi masyarakat itu bahwa pemerintah juga ikut meminta supaya pintu dari Senaru ini bisa dibuka kembali," kata Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Kamis (11/4/2019).

BACA JUGA: Gunung Rinjani Batal Dibuka April 2019, Ini Alasannya

Berdasarkan laporan hasil tim survei di Senaru pada bulan Maret lalu menyatakan bahwa jalur pendakian di sana kondisinya cukup memungkinkan untuk dilalui.

Kawasan Gunung RinjaniKawasan Gunung Rinjani Foto: (dok. BTNGR)


Laporan hasil survei itu juga pernah dirilis pihak BTNGR yang menyatakan jalur Senaru kondisinya cukup baik. Hanya saja di beberapa titik, terutama jalur menuju danau Segara Anak mengalami keretakan dan rawan terjadi longsor.

Sekain itu, tim survei di jalur Senaru sebanyak 28 orang itu tidak didampingi oleh tim ahli geologi maupun tim ahli kegempaan dari PVMBG maupun Dinas ESDM. Survei dilakukan pada Sabtu 16-19 Maret lalu.

Pada 17 Maret lalu saat tim survei berada di atas lereng Gunung Rinjani, gempa bumi kembali terjadi dua kali secara beruntun berkekuatan 5,4 dan 5,1. Beruntungnya semua tim berhasil selamat dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kegiatan survei.

"Kalau aspek keselamatan tentu berkaitan dengan tugasnya TNGR ya. Apakah bisa membuka atau tidak tentu bukan kewenangan kita," ungkapnya.

BACA JUGA: Pesona Rinjani yang Dirindukan Para Pendaki

Selain faktor pertimbangan keselamatan, Pemda Lombok Utara juga melihat dari aspek nilai ekonominya, karena menurut Najmul, ribuan warganya menggantung kehidupannya menjadi tour guide dari kegiatan wisata pendakian Gunung Rinjani.

"Jika memang memungkinkan dan sudah bisa digunakan terutama dari aspek keselamatan kenapa tidak, karena ratusan bahkan ribuan masyarakat kita itu bergantung kehidupannya menjadi tour guide," ujarnya.



Tonton juga video Terobos Zona Terlarang Gunung Bromo, Dua Turis Australia Diamankan:

[Gambas:Video 20detik]

(sna/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA