Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Apr 2019 18:30 WIB

TRAVEL NEWS

Menpar Bentuk Tim Percepatan untuk 1st Asean Gastronomy Fair Bangkok

Nabilla Putri
detikTravel
Foto: Kemenpar
Foto: Kemenpar
Jakarta - Gastronomi menjadi salah satu daya tarik wisata yang mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pariwisata. Hal tersebut dikarenakan tren regional dan global menjadikan wisata gastronomi sebagai kendaraan untuk membangun destinasi berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang sejak awal jeli menangkap pergerakan tren motivasi wisatawan dunia. Sehingga ia langsung membentuk Tim Percepatan khusus untuk menyikapi dan memposisikan Indonesia di peta pariwisata gastronomi dunia, serta memimpin di regional.

"Untuk meraih hasil yang luar biasa, maka perlu dilakukan usaha yang tidak biasa. Itu sebabnya mengapa saya membentuk Tim Percepatan dan memilih professional yang tepat untuk membuat terobosan dan memperluas jaringan demi kepentingan promosi pariwisata kita," ungkap Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (12/4/2019).

Arief menegaskan, ASEAN Gastronomy Network pun datang dari inisiatif Indonesia yang disampaikan di Gastronomy Conference ATF 2018 yang kemudian terus ditindaklanjuti bersama dengan Thailand yang menjadi penanggungjawab.

"Saya bangga dengan capaian kita dalam mengembangkan wisata gastronomi. Ini perlu ditingkatkan terus hingga menjadi salah satu motivasi kedatangan wisatawan ke Indonesia," ujarnya.


Selain itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, komitmen ASEAN dalam membangun dan mempromosikan wisata Gastronomi tertuang dalam join deklarasi para Menteri Pariwisata dari 10 negara ASEAN, di ASEAN Tourism Forum (ATF) di Chiangmai Thailand, Januari 2018 silam.

"Persiapan dan kajian telah didiskusikan pada ATF 2019, dan dimulai dengan dilaksanakannya ASEAN Gastronomy Fair & Forum pertama di C-ASEAN, Bangkok tanggal 9-10 April kemarin," ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu inisiator terbentuknya ASEAN Gastronomy Network (AGN) yang berperan aktif sejak ATF 2018, turut ambil bagian di acara tersebut. Bukan saja menjadi pembicara di sesi utama forum, tetapi juga tampil di fair yang dirancang dengan konsep pasar tradisional, dan mengikuti kaidah pembangunan berkelanjutan atau sustainable development.

Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Vita Datau juga menegaskan Indonesia harus eksis di event gastronomi regional dan global. Hal tersebut karena Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dan ini harus dipromosikan.

"Sebagai negara yang baru 5 tahun membicarakan terminology gastronomi, saya sangat bangga karena penampilan Indonesia di forum-forum internasional selalu mendapat pujian dari para partisipan. Indonesia dianggap sangat maju dalam hal ilmu gastronomi," kata Vita Datau yang juga inisiator dan founder Indonesia Gastronomy Network.


Asisten Deputi Pemasaran I Regional I Dessy Ruhati menatakan, keikutsertaan Kemenpar di acara tersebut bukan saja untuk menarik turis kuliner di salah satu Target HUB yang ditetapkan Menpar yaitu Thailand, Singapore dan Malaysia, tetapi juga memperkuat jaringan melalui stakeholders gastronomi ASEAN dan global. Tentunya juga untuk kepentingan promosi melalui wisata gastronomi. Menurutnya, segala cara perlu diusahakan untuk pencapaian target wisatawan mancanegara di tahun 2019.

Perlu diketahui, 1st ASEAN Gastronomy Fair & Forum dibuka oleh Menteri Pariwisata Thailand Mr Weerasak Kowsurat dan dihadiri oleh Direktur Regional UNWTO untuk Asia Pasifik Mr Xu Jing. Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Thailand menggarisbawahi 3 hal yang penting yaitu gastronomi sebagai pendorong sektor pertanian yang menjadi tulang punggung bagi ekonomi kerakyatan meliputi gastronomi memberikan manfaat bagi stakeholders dan masyarakat lokal, serta gastronomi memberikan gambaran mendalam tentang identitas destinasi, bukan hanya tentang makanan.

Pada kesempatan itu, Indonesia mengajak mitra Co-Branding Wonderful Indonesia, yaitu JAVARA Indonesia, yang membawa produk lokal organik dan ramah lingkungan. JAVARA telah membina lebih dari 50.000 petani dan mengangkat produk pertanian lokal serta mengangkat kembali tanaman-tanaman yang hampir punah. (idr/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA